Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Realisasi Kunjungan Wisata Natal dan Tahun Baru di Kota Batu Hanya 61 Persen dari Target

Fajar Andre Setiawan • Jumat, 9 Januari 2026 | 09:46 WIB
Kuliner Wisatawan
Kuliner Wisatawan

BATU - Lonjakan wisatawan yang diharapkan terjadi selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 di Kota Batu tak sepenuhnya terwujud. Hingga akhir periode 13 Desember 2025-5 Januari 2026, Dinas Pariwisata (Disparta) mencatat total kunjungan wisatawan baru mencapai 674.195 orang, atau sekitar 61 persen dari proyeksi awal yang dipatok di angka 1,1 juta kunjungan.

Capaian tersebut juga berada jauh di bawah realisasi Nataru tahun sebelumnya. Pada periode yang sama tahun 2024, jumlah kunjungan wisata tercatat mencapai 1.142.767 orang. Dari angka itu, sebanyak 1.014.825 wisatawan mengunjungi objek daya tarik wisata (ODTW), sementara 127.942 lainnya tercatat di sektor jasa akomodasi.

Sementara pada Nataru 2025/2026, kunjungan ke ODTW hanya mencapai 565.436 wisatawan, sedangkan sektor akomodasi mencatat 108.192 kunjungan. Penurunan ini tercermin pula pada rata-rata kunjungan harian. Jika tahun lalu mampu menembus sekitar 20 ribu wisatawan per hari, tahun ini angkanya merosot jadi kisaran 6 ribu wisatawan per hari.

Grafis Angka Kunjungan Wisata Selama Libur Nataru
Grafis Angka Kunjungan Wisata Selama Libur Nataru

Kepala Disparta Kota Batu Onny Ardianto menjelaskan, data yang dihimpun hingga kini masih bersifat sementara. Pasalnya, tingkat pelaporan dari pelaku usaha pariwisata baru mencapai 90,32 persen. “Masih ada beberapa pelaku usaha yang belum menyampaikan laporan kunjungan,” ujarnya.

Selain persoalan pelaporan, Onny mengakui terdapat sejumlah segmen pariwisata yang belum terdata secara optimal. Di antaranya sektor kuliner wisata, paguyuban vila, serta homestay nonformal. Meski demikian, ia menilai tambahan data tersebut tidak akan mengerek angka kunjungan secara signifikan hingga menyentuh target awal.

Onny menduga, melemahnya daya beli masyarakat menjadi faktor dominan anjloknya kunjungan wisata sepanjang libur Nataru. “Masyarakat cenderung lebih berhati-hati mengatur pengeluaran. Berlibur belum menjadi prioritas utama,” katanya. 

Faktor cuaca juga dinilai berpengaruh. Hujan lebat dan cuaca ekstrem yang terjadi pada puncak liburan membuat sebagian wisatawan menunda perjalanan. Meski begitu, Onny menegaskan Kota Batu tetap menjadi magnet wisata, terutama pada destinasi unggulan seperti Jawa Timur Park Group, Selecta, dan desa wisata.

“Ke depan, kami fokus menjaga kualitas destinasi, terutama aspek cleanliness, health, safety, and environmental sustainability (CHSE) serta sertifikasi halal bagi pelaku pariwisata,” tegasnya.

Penurunan kunjungan juga diakui pelaku industri. Manager Marketing & Public Relations Jatim Park Group, Titik S. Ariyanto, menyebut total kunjungan selama Nataru turun sekitar 20 persen dibandingkan dua tahun terakhir.

Menurutnya, pelemahan ekonomi nasional memengaruhi pola liburan masyarakat yang kini cenderung singkat dan memilih destinasi yang lebih dekat. “Persaingan antardaerah juga semakin ketat. Liburan kini menjadi produk yang sangat kompetitif,” ujarnya.

Kondisi tersebut, kata Titik, menjadi tantangan bagi pengelola destinasi untuk terus berinovasi melalui penambahan atraksi, peningkatan layanan, serta strategi promosi dan diskon guna menjaga minat kunjungan wisatawan. (ori/dre)

Editor : Aditya Novrian
#ODTW #kota batu #nataru #disparta