BATU - Revitalisasi trotoar di Kota Batu tak hanya diarahkan untuk meningkatkan kenyamanan pejalan kaki, tetapi juga memperkuat estetika kawasan perkotaan. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mulai memasang lampu hias di sejumlah ruas jalan yang tengah direvitalisasi.
Pemasangan lampu hias terlihat di sepanjang Jalan Sultan Agung sejak 2 Januari lalu. Pekerjaan tersebut dilakukan seiring finalisasi trotoar melalui pemasangan concrete dan stamped concrete. Di sisi jalan, tiang lampu hias berwarna hitam tampak berjajar rapi mengikuti jalur pedestrian.
Kepala DPUPR Kota Batu, Alfi Nurhidayat, mengatakan pemasangan lampu hias tidak hanya difokuskan di satu ruas. Seluruh jalan yang masuk dalam program revitalisasi dipastikan mendapat fasilitas serupa. “Selain Jalan Sultan Agung, lampu hias juga dipasang di Jalan Agus Salim, Jalan Brantas, Jalan Dewi Sartika, dan ruas lainnya yang direvitalisasi,” kata Alfi.
Secara teknis, jarak antar tiang lampu dipasang sekitar 10 meter. Menurut Alfi, pengaturan tersebut dirancang agar pencahayaan merata, tidak menyilaukan, serta tetap nyaman bagi pejalan kaki. Ia menyebut pemasangan dilakukan menyeluruh di setiap titik revitalisasi, tanpa menyebut jumlah pasti unit lampu.
“Prinsipnya seluruh ruas yang ditata akan dilengkapi pencahayaan,” ujarnya. Alfi menambahkan pemasangan lampu hias menjadi bagian dari upaya penataan wajah kota. Selain menunjang keamanan dan kenyamanan pedestrian pada malam hari, pencahayaan artistik diharapkan mampu memperkuat daya tarik visual Kota Batu sebagai kota wisata. (ori/dre)
Editor : Aditya Novrian