Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Libur Natal dan Tahun Baru, Wisatawan Padati Lapak Pedagang Kaki Lima CFD Mbatu Sae

Fajar Andre Setiawan • Senin, 29 Desember 2025 | 16:53 WIB
DISERBU: Sejumlah wisatawan memadati lapak PKL CFD Mbatu Sae kemarin pagi (28/12).
DISERBU: Sejumlah wisatawan memadati lapak PKL CFD Mbatu Sae kemarin pagi (28/12).

BATU - Gelaran Car Free Day (CFD) Mbatu Sae kemarin (28/12), tak lagi sekadar menjadi ruang rekreasi mingguan warga lokal. Momentum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) mengubah wajah CFD menjadi magnet wisata baru. Lonjakan kunjungan wisatawan luar daerah merata hampir di seluruh area kegiatan.

Pantauan Jawa Pos Radar Batu menunjukkan kepadatan pengunjung terjadi sejak pagi hari. Aktivitas senam massal dipadati peserta, sementara area pedagang kaki lima (PKL) menjadi titik paling ramai dengan antrean pembeli yang mengular.

Nisa Sabila, wisatawan asal Bali, mengaku baru pertama kali mengunjungi CFD Mbatu Sae. Ia tertarik mencoba kuliner khas Kota Batu yang jarang ditemui di daerah asalnya.
“Baru pertama lihat nasi empok, langsung penasaran ingin coba,” ujarnya.

Menurut Nisa, CFD Mbatu Sae menawarkan pengalaman berbeda karena menyajikan ragam kuliner tradisional dalam satu kawasan terbuka. “Lengkap, dari jajanan sampai makanan khas. Ini pengalaman baru,” katanya.

Lonjakan pengunjung tersebut menjadi berkah tersendiri bagi pelaku UMKM. Salah satunya dirasakan Umi Maghfiroh, PKL asal Desa Oro-Oro Ombo, yang menjual sate tahu. Sejak pagi, lapaknya diserbu pembeli hingga kewalahan melayani antrean.

“Alhamdulillah, ramai sekali. Biasanya saya jualan sendiri, tapi hari ini harus dibantu suami,” ungkapnya. Dalam hitungan jam, sekitar 500 tusuk sate tahu yang dibawanya ludes terjual. Padahal, pada hari biasa, sebagian dagangan masih tersisa dan dijual kembali di rumah.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (Diskumperindag) Kota Batu Aries Setiawan menilai lonjakan kunjungan selama libur panjang menjadi momentum strategis untuk menggerakkan ekonomi rakyat.

“CFD ini bukan hanya ruang olahraga, tapi juga wadah promosi kuliner, produk UMKM, dan hasil pertanian lokal,” ujarnya. Pemkot Batu, kata Aries, berkomitmen memperkuat promosi CFD Mbatu Sae agar semakin dikenal wisatawan. 

Selain optimalisasi media sosial, pihaknya tengah mengkaji kerja sama dengan sektor akomodasi, seperti hotel, vila, dan homestay. “Salah satu gagasannya, informasi CFD ditayangkan melalui televisi di penginapan,” ungkapnya.

Dengan begitu, saat pagi hari wisatawan menyalakan TV, mereka punya alternatif destinasi selain tempat wisata utama. Dengan pola tersebut, CFD Mbatu Sae diharapkan tak hanya menjadi agenda rutin warga, tetapi juga bagian dari ekosistem pariwisata dan ekonomi kreatif Kota Batu. (ori/dre)

Editor : A. Nugroho
#CFD Mbatu Sae #pkl #kota batu #wisatawan