Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Tiap Wisatawan di Kota Batu Diprediksi Habiskan Rp 2,1 Juta Per Hari

Fajar Andre Setiawan • Selasa, 23 Desember 2025 | 16:01 WIB
Ilustrasi Wisatawan
Ilustrasi Wisatawan

BATU - Lonjakan kunjungan wisatawan pada momentum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) diperkirakan menjadi motor penggerak utama ekonomi Kota Batu. Tak sekadar ramai pengunjung, nilai belanja wisatawan juga diprediksi bakal melonjak signifikan. Setiap wisatawan diperkirakan akan menghabiskan rata-rata Rp2,1 juta per hari selama berlibur.

Prediksi angka itu meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan rata-rata pengeluaran wisatawan pada periode Nataru tahun lalu yang hanya berkisar Rp1,03 juta per hari. Dengan proyeksi kunjungan mencapai 1,1 juta wisatawan, perputaran uang selama Nataru berpotensi menembus Rp2,3 triliun.

Kepala Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu, Onny Ardianto, mengatakan estimasi tersebut diperoleh dari survei daring yang dilakukan kepada wisatawan. Responden diminta mengisi kuesioner terkait besaran dan komposisi pengeluaran selama berada di Kota Batu. “Hasil survei menunjukkan rata-rata pengeluaran wisatawan mencapai Rp2,1 juta per hari,” ujarnya.

Grafis Rata rata Pengeluaran Wisatawan di Kota Batu
Grafis Rata rata Pengeluaran Wisatawan di Kota Batu

Menurutnya, kenaikan belanja wisatawan dipicu sejumlah faktor. Di antaranya lonjakan harga pada masa high season, inflasi tahunan, serta karakteristik wisatawan yang didominasi berasal dari luar daerah. Wisatawan luar daerah cenderung menginap dan mengunjungi lebih dari satu destinasi.

Dari total pengeluaran tersebut, porsi terbesar dialokasikan untuk tiket masuk destinasi wisata, jasa akomodasi, dan kuliner. Pada masa high season, harga tiket wisata rata-rata mencapai Rp120 ribu per orang. Jika wisatawan mengunjungi beberapa objek sekaligus, pengeluaran tiket bisa membengkak hingga sekitar Rp400 ribu per orang.

Selain itu, biaya penginapan turut melonjak. Hotel, vila, dan homestay menyesuaikan tarif seiring tingginya permintaan. Sebagian wisatawan bahkan menginap hampir tiga hari. Belanja lain yang turut menyumbang kenaikan pengeluaran berasal dari jasa penunjang wisata. Mulai sewa kendaraan, pemandu wisata, hingga layanan hiburan dan relaksasi.

“Total pengeluaran untuk sektor jasa diperkirakan mencapai Rp403,4 ribu per orang,” tegasnya. Onny menilai data tersebut menjadi pijakan penting bagi pemerintah daerah dalam merancang kebijakan pengembangan pariwisata. Belanja wisatawan yang tinggi membuka peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi daerah. “Ini menjadi dasar evaluasi dan strategi promosi pariwisata tahun depan,” ujarnya.

 

Terpisah, Dinda Lusiana, wisatawan asal Kabupaten Sidoarjo, mengaku menyiapkan anggaran cukup besar untuk liburan Nataru di Kota Batu. Ia berencana menginap selama tiga hari dua malam bersama rekannya. “Pengeluaran terbesar untuk penginapan. Saat high season bisa mencapai Rp800 ribu per malam untuk dua orang,” katanya.

 Selain itu, Dinda mengalokasikan dana untuk tiket wisata, terutama ke Jawa Timur Park 3, termasuk Milenial Glow Garden dan Dino Park, dengan total sekitar Rp220 ribu. Anggaran kuliner dan kunjungan kafe disiapkan sekitar Rp300 ribu, sementara transportasi dan oleh-oleh mencapai Rp500 ribu.

“Kalau ditotal sekitar Rp1,4 juta. Menurut saya masih wajar karena harga memang naik saat musim liburan,” pungkasnya. (ori/dre)

Editor : A. Nugroho
#kota batu #wisatawan #nataru #disparta