BUMIAJI - Curah hujan tinggi yang hampir setiap hari mengguyur wilayah Kota Batu, membuat pembukaan Flora Wisata Tulungrejo terpaksa ditunda. Destinasi baru yang semula ditargetkan dibuka akhir tahun ini, diproyeksikan baru dapat grand opening pada 2026.
Secara fisik, pembangunan wisata yang berdiri di atas tanah aset desa tersebut sebenarnya telah mencapai sekitar 90 persen. Namun, beberapa pekerjaan krusial belum dapat dikebut lantaran cuaca tidak mendukung. “Maksimal, insyaallah sebelum Idulfitri 2026,” ujar Suliono, Kepala Desa Tulungrejo.
Salah satu pekerjaan yang paling terhambat yakni pemasangan paving. Saat hujan, proses ini mustahil dilakukan lantaran tanah menjadi tidak stabil dan rawan mengalami penurunan setelah pemasangan. Selain itu, air hujan mengganggu pemadatan dasar sehingga berisiko memunculkan gelombang atau keretakan di kemudian hari.
Menurut Suliono, penundaan ini bukan sekadar alasan teknis. Pihaknya juga ingin memastikan Flora Wisata dibuka dalam kondisi sepenuhnya siap. Baik dari sisi estetika, keamanan jalur wisata, maupun fasilitas pendukung. Targetnya, pengunjung yang datang pertama kali mendapat pengalaman yang benar-benar mengesankan.
“Kami tidak ingin setengah-setengah hanya demi mengejar waktu,” kata dia. Suliono berharap kondisi cuaca dalam beberapa bulan ke depan lebih bersahabat agar penyelesaian tahap akhir bisa dipercepat. Dirinya menegaskan fokus utama saat ini yakni merampungkan seluruh pekerjaan secara tuntas.
Ia optimistis kehadiran Flora Wisata Tulungrejo dapat menjadi destinasi alternatif baru di Kota Batu. Selai itu, bisa menggerakkan perekonomian warga sekitar. Destinasi ini diharapkan menambah warna dalam peta pariwisata yang selama ini ditopang taman rekreasi dan wisata alam. (dia/dre)
Editor : A. Nugroho