BATU - Kalender event Kota Batu tahun depan dipastikan tidak semeriah 2025. Sebab, Dinas Pariwisata (Disparta) mencoret separo lebih agenda pada 2026 mendatang. Dari 71 event tahun ini, hanya sekitar 30 agenda yang dipertahankan untuk tahun depan.
Kepala Disparta Kota Batu Onny Ardianto mengatakan pada pembahasan awal, jumlah event bahkan hanya dianggarkan 24 saja. Namun, setelah evaluasi lanjutan, enam agenda tambahan dimasukkan kembali.
“Keputusan ini konsekuensi dari turunnya anggaran Disparta tahun depan,” ujar Onny. Disparta mengalami penyusutan anggaran hingga Rp7,9 miliar, sehingga pihaknya harus melakukan seleksi ketat terhadap program yang benar-benar memberi dampak pada kunjungan wisatawan.
Event besar seperti Batu Art Flower Carnival, Bantengan Nuswantara, dan Fashion on the River tetap dipertahankan karena terbukti memiliki daya tarik tinggi. Ada pula agenda yang sempat dicoret lalu dipulihkan kembali karena animo masyarakat yang kuat, seperti Batu Street Food Festival (BSFF) dan Festival Nasi Empok.
Selain event pemerintah, kalender wisata Kota Batu juga ditopang kegiatan desa wisata dan sektor swasta. Mulai Festival Tabebuya, Panderman Gravity Park, hingga rangkaian acara milik Jawa Timur Park Group. Onny menegaskan jumlah 30 event bukan angka final. Penambahan masih dimungkinkan apabila terjadi perubahan anggaran.
Meski jumlahnya berkurang drastis, ia memastikan kualitas dan semarak event tetap terjaga. Khususnya untuk rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Batu yang selama ini terbukti mendongkrak kunjungan wisata dan pendapatan asli daerah (PAD). “Yang terpenting bukan banyaknya agenda, tetapi efektivitasnya bagi pariwisata dan ekonomi daerah,” tandasnya. (ori/dre)
Editor : A. Nugroho