Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Pembangunan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih di Kota Batu Telan Anggaran Rp 38,4 Miliar

Fajar Andre Setiawan • Kamis, 4 Desember 2025 | 16:20 WIB
Grafis Pembangunan KDKMP Kota Batu
Grafis Pembangunan KDKMP Kota Batu

BATU - Pembangunan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kota Batu diprediksi akan menelan anggaran yang cukup fantastis. Anggaran yang digelontorkan pemerintah pusat mencapai Rp1,6 miliar per unit. Dengan kebutuhan 24 unit KDKMP, maka kebutuhan dana pembangunan mencapai Rp38,4 miliar.

Sayangnya, realisasi pembangunan KDKMP di Kota Batu tidak bisa berjalan mulus. Sebab, ada enam koperasi yang masih kesulitan mencari lahan. Salah satunya terjadi di Kelurahan Ngaglik, Kecamatan Batu. Lurah Ngaglik Rendra Adinata menyebut keterbatasan lahan menjadi batu sandungan pembangunan koperasi merah putih di sana.

“Bahkan, kami juga tidak memiliki aset desa yang bisa difungsikan,” ungkapnya. Rendra mengaku sudah mengajukan rekomendasi aset lahan ke Pemkot Batu. Mengingat seluruh aset kelurahan sepenuhnya di bawah wewenang pemkot. Hingga kini, belum ada keputusan penyediaan lahan tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (Diskumperindag) Kota Batu Aries Setiawan mengaku ada sejumlah skema yang disiapkan dalam penanganan keterbatasan lahan tersebut. Salah satunya dengan memanfaatkan aset milik Pemkot Batu yang berada di desa dan kelurahan setempat. 

“Memang secara regulasi diperbolehkan memakai aset pelat merah, termasuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN),” jelasnya. Dengan intervensi tersebut, dirinya berharap proses pembangunan bisa berjalan tepat waktu sesuai tenggat yang ditargetkan.

Mengacu pada Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 17 Tahun 2025 tentang percepatan pembangunan fisik gerai, pergudangan, dan perlengkapan KDKMP, ada beberapa standar khusus yang harus dipenuhi terkait lahan. Di antaranya luas lahan minimal yakni 1.000 meter persegi terbagi atas 600 meter persegi untuk bangunan dan 400 meter persegi untuk parkir.

Luas bangunan akan dibangun gerai dengan ukuran 6x17 meter per unit. Sehingga, per KDKMP akan memiliki tujuh gerai aktif. Terpisah, Pj Kades Torongrejo Takim menambahkan, perataan lahan sudah dilakukan sejak sepekan terakhir. Dirinya masih menunggu pembangunan dari PT Agrinas Pangan Nusantara dan Dandim 0818 dalam waktu dekat.

“Total kami sediakan tanah kas desa seluas 1.200 meter persegi,” tuturnya. Dalam operasional KDKMP nantinya, Takim mengaku akan menjalankan sebanyak tujuh unit bisnis. Mulai dari sembako, apotek, hingga obat tanaman dan pupuk. Di kawasan yang sama, sudah bergerak beberapa unit BUMDes seperti kandang ayam dan kambing serta saung tani.

“Termasuk UMKM setempat juga akan kami boyong di lokasi yang sama,” jelas pria yang juga menjabat sebagai Ketua PCNU Kota Batu itu. Dengan skema itu, Takim berharap akan menciptakan sentra pertumbuhan ekonomi baru. Dampak lebih jauh yakni kesejahteraan masyarakat juga semakin meningkat. 

Lebih lanjut, Dandim 0818 Malang-Batu Letkol Bayu Nugroho mengatakan proses pembangunan telah dilakukan melaui Memorandum of Understanding (MoU) antara Mabes TNI dan PT Agrinas Pangan Nusantara. Pembangunan gerai diperkirakan memakan waktu sekitar tiga bulan per unit. “Tergantung juga kondisi cuaca,” tuturnya.

Dengan tenggat waktu yang relatif singkat, Bayu menyebut pembangunan KDKMP menjadi program padat karya. Artinya, seluruh proses pembangunan akan melibatkan dukungan langsung masyarakat di sekitar lokasi. Sebab, anggaran yang digelontorkan pemerintah pusat cukup terbatas.

Meski begitu, dirinya menyebut pembangunan tetap melibatkan tenaga ahli. Selain menjaga keamanan bangunan, juga bertujuan untuk membuat gerai bisa bertahan dalam jangka panjang tanpa berulangkali renovasi. “Bahan material dan detail engineering design (DED) sudah ada sehingga spesifikasinya harus sesuai,” katanya.

Bayu menambahkan akan ada banyak bantuan yang digelontorkan pemerintah pusat usai pembangunan. Utamanya dalam kelengkapan sarana dan prasarana penunjang koperasi. Seperti rak atau etalase, AC, hingga kulkas atau chiller. “Kemudian juga ada dukungan kendaraan seperti truk, pick up dan tossa masing-masing satu unit,” imbuhnya.

Dengan begitu, anggota koperasi tinggal menjalankan unit usaha tanpa harus memikirkan konstuksi bangunan. Jika tidak ada aral, penuntasan bangunan di lahan yang sudah siap ditarget rampung tahun depan. “Setidaknya akhir bulan Januari 2026 sudah rampung dan menjadi prototipe untuk KDKMP lain yang masih bersiap,” tandas Bayu. (ori/dre)

Editor : A. Nugroho
#Diskumperindag #kota batu #KDKMP #bumn