BATU - Sejumlah proyek fisik di Kota Batu terancam molor dari target penyelesaian. Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) mengonfirmasi delapan proyek bernilai Rp200-500 juta telah menerima Surat Peringatan (SP) 1 karena tidak tuntas sesuai tenggat 28 November. Bahkan satu proyek strategis perbaikan drainase di Pasar Induk Among Tani sudah diganjar SP 2.
Kabid Cipta Karya Disperkim Kota Batu Syeh Zaenal Arifin mengatakan keterlambatan sebagian besar proyek dipicu macetnya suplai material dari pabrik. Hal itu disinyalir lantaran peningkatan permintaan dari banyak daerah, bukan hanya dari Kota Batu saja. Ditambah hujan yang membuat pengeringan material dan pekerjaan lapangan ikut terhambat. “Setelah menerima SP, kontraktor meminta perpanjangan waktu,” ujarnya.
Permohonan itu disampaikan melalui forum monitoring dan evaluasi (monev). Syeh menyebut menyetujui permintaan kelonggaran waktu tersebut. Namun, dia tetap mewajibkan kontraktor memenuhi kompensasi sesuai kontrak. “Secara umum, kami tetap menargetkan seluruh pekerjaan selesai sebelum akhir Desember. Untuk proyek paving dan drainase, pengerjaannya bisa cepat begitu material masuk,” kata Syeh.
Berbeda dengan Disperkim, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) menyebut belum ada proyek yang dijatuhi SP. Peringatan masih diberikan secara lisan karena progres fisik dinilai masih sesuai jadwal. “Belum ada keterlambatan signifikan. Kendala yang muncul tetap ada tetapi belum sampai perlu diberikan SP,” ujar Alfi Nurhidayat, Kepala DPUPR Kota Batu.
Dia terus mendorong percepatan sejumlah proyek yang baru dieksekusi pada triwulan III dan IV lalu. Hal itu terjadi akibat lamanya proses pematangan perencanaan. Sejumlah pekerjaan dikebut hingga malam hari. Termasuk proyek yang menggunakan crane 100 ton di depan SMPN 3 Kota Batu yang sempat memaksa pengalihan arus lalu lintas. “Kami tetap prioritaskan keselamatan,” ungkapnya.
Misalnya saat sensor crane mendeteksi benda penghalang, pihaknya langsung koordinasi dengan Damkar untuk menanganinya. Baru setelah masalah itu selesai, pekerjaan dilanjutkan kembali. Ia optimistis seluruh proyek selesai sebelum periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). “Target kami tuntas sebelum Nataru agar arus wisata dan mobilitas warga tetap lancar,” tegasnya.
Upaya percepatan di dua dinas teknis tersebut diharapkan tidak hanya menyelesaikan tenggat tetapi juga menjaga kualitas pembangunan. Pemerintah Kota (Pemkot) Batu menegaskan kenyamanan publik tetap menjadi prioritas utama dalam setiap pengerjaan proyek. (dia/dre)
Editor : A. Nugroho