BATU - Kepastian jumlah calon jemaah haji (CJH) Kota Batu yang berangkat pada 2026 akhirnya ditetapkan penuh 100 persen. Kuota yang sebelumnya hanya 90 persen atau 118 jemaah kini dinaikkan menjadi 129 orang. Penetapan tersebut dikeluarkan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Timur pada 25 November lalu.
Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Kota Batu Basuki Rachmat menyebut formasi penuh itu terdiri atas 127 jemaah reguler dan 2 jemaah prioritas lansia. Keduanya lolos prioritas karena sudah lanjut usia dan tervalidasi secara nasional.
Dua jemaah prioritas lansia tersebut Kasmani, 91, warga Sekarputih, Desa Pendem, Kecamatan Junrejo dan Dewi Marijjah, 84, warga Jalan Mawar Merah, Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Batu.
Keduanya masuk daftar berangkat karena pertimbangan umur dan kelengkapan administrasi. Dengan komposisi tersebut, Kota Batu kembali menjadi daerah dengan jumlah jemaah haji paling sedikit di Jawa Timur.
Kondisi itu sejalan dengan populasi Kota Batu yang juga paling kecil dibandingkan daerah lain. Secara keseluruhan, Jawa Timur mendapat kuota final 42.053 CJH untuk keberangkatan 2026.
Basuki memastikan seluruh jemaah berasal dari daftar antrean resmi dan telah menjalani pemeriksaan kesehatan. Tahapan skrining dilakukan sebelum pengumuman formasi 100 persen. Skrining sekaligus menjadi syarat wajib sebelum memasuki proses pelunasan biaya perjalanan ibadah haji (BPIH).
Masa pelunasan BPIH dibuka sejak 24 November hingga 23 Desember mendatang. Para CJH yang sudah resmi masuk daftar berangkat bisa melakukan pelunasan setiap hari kerja mulai pukul 08.00-15.00 melalui bank penerima setoran. “Pelunasan dilakukan di bank tempat jemaah sebelumnya melakukan setoran awal,” pungkasnya. (dia/dre)
Editor : A. Nugroho