BATU - Lebih dari 170 calon jemaah haji (CJH) diproyeksikan berangkat ke Tanah Suci pada 2026 mendatang. Hal itu disampaikan Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batu setelah melihat perkembangan kuota dan jumlah CJH yang telah mengikuti tahapan persiapan keberangkatan.
Sebelumnya, 90 persen kuota CJH 2026 sudah diumumkan yakni berjumlah 118 orang. Mereka telah menjalani pemeriksaan kesehatan sebagai salah satu syarat utama keberangkatan. Berdasarkan dua indikator ini, Kemenag Kota Batu optimistis kuota final CJH tahun depan melampaui 170 jemaah.
“Jumlahnya kemungkinan tidak jauh beda dari tahun lalu yakni 197 CJH. Tahun ini pasti di atas 170 itu,” ungkap Basuki Rachmat, Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Kota Batu. Selain menghitung proyeksi kuota, Kemenag juga menyoroti perkembangan masa tunggu haji. Tahun-tahun sebelumnya, masa tunggu haji di Kota Batu berada di angka 34 tahun.
Namun kini susut menjadi lebih singkat yakni 26 tahun saja. Penurunan ini terjadi seiring kebijakan nasional dalam memangkas masa antrean jemaah haji di seluruh Indonesia agar lebih merata dan efisien. Kebijakan penyesuaian masa tunggu tersebut digadang-gadang dapat memberikan keadilan yang lebih proporsional bagi calon jemaah dari berbagai daerah.
Terkait pengumuman kuota haji 100 persen, Basuki memperkirakan informasi resmi akan keluar sekitar akhir bulan ini atau maksimal bulan Desember mendatang. Sementara itu, proses pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) hingga kini belum bisa dilakukan karena masih menunggu imbauan resmi dari Kemenag RI.
“Untuk pelunasan saat ini belum mulai, masih menunggu surat dari pusat,” tegasnya. Dengan berbagai perkembangan tersebut, Basuki mengimbau seluruh jemaah yang sudah masuk daftar peserta keberangkatan tahun depan bisa mempersiapkan diri secara optimal. Termasuk jaga kesehatan, proteksi diri, serta persiapan pelunasan. (dia/dre)
Editor : Aditya Novrian