BATU - Kekosongan kursi kepala dinas juga sudah terjadi tahun ini. Yakni di Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) dan Inspektorat. Dua posisi itu saat ini dijabat Pelaksana Tugas (Plt). “Namun, bulan depan Plt Inspektorat Sugeng Pramono sekaligus Asisten Perekonomian dan Pembangunan juga akan pensiun,” ungkap Santi Restuningsasi, Kepala BKPSDM Kota Batu.
Artinya, Pemkot Batu punya PR untuk mengisi delapan kekosongan kursi sekaligus pada tahun depan. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, Santi menyebut kekosongan kursi otomatis menggunakan skema seleksi terbuka (selter). Dirinya akan melakukan pendataan untuk segera open bidding tahun depan. Kendati begitu, seluruh kepala dinas di lingkungan Pemkot Batu sudah tuntas menjalani uji kompetensi (ujikom) pada 3 November lalu.
Wali Kota Batu Nurochman menyebut ujikom tidak hanya sekadar agenda rutin tahunan untuk mengetahui kapasitas kepala dinas. Namun, hasilnya juga akan dijadikan referensi dalam rotasi JPTP alias penataan komposisi pejabat atau resuffle. Pejabat akan ditempatkan di instansi yang sesuai dengan karakteristik dan kompetensi masing-masing. “Itu bertujuan untuk memperkuat kinerja organisasi,” tegasnya.
Ujikom tersebut langsung melibatkan panitia seleksi (pansel) yang terdiri dari pejabat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur hingga akdemisi. Yakni Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Indah Wahyuni, Kepala BPSDM Jatim Ramliyanto, Inspektur Provinsi Jatim Hendro Gunawan. Kemudian, Direktur Karsa Husada Muhamad Rizal, serta dua akademisi, Candra Fajri Ananda dan Sukarmi.
“Kami sudah terima hasil ujikomnya. Tapi tidak langsung membuka selter karena ada beberapa tahapan,” tuturnya. Seperti meminta persetujuan atau izin Gubernur yang kemudian disusul job fit alias mutasi jabatan. Langkah tersebut menjadi salah satu upaya mengisi kekosongan dengan Plt agar kinerja organisasi tidak terganggu sembari menunggu kepala dinas yang definitif.
Selain itu, pria yang akrab disapa Cak Nur itu mengaku masih menunggu persetujuan dari Badan Kepegawaian Nasional (BKN) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Dia juga masih merumuskan posisi penyegaran JPTP. Ia berharap hasil resuffle itu dapat mendukung akselerasi reformasi birokrasi dan memastikan jajaran Pemkot Batu bekerja lebih efektif mewujudkan visi-misi Batu SAE (Sejahtera, Aman, dan Ekologis). (ori/dre)
Editor : Aditya Novrian