BATU - Jumlah penghulu di Kota Batu semakin susut. Kini hanya tersisa lima orang saja yang aktif. Itu setelah satu penghulu akan segera pensiun pada Januari 2026 dan satu lainnya belum melakukan diklat. Padahal formasi penghulu baru saja diubah September lalu.
Sebelumnya. tujuh penghulu aktif terdiri atas tiga orang di Kecamatan Batu, dua orang di Kecamatan Bumiaji, dan dua orang di Kecamatan Junrejo. Namun, di Kecamatan Bumiaji hanya satu penghulu saja yang benar-benar aktif menangani prosesi akad nikah.
Sebab, ada satu penghulu yang telah memasuki masa pensiun. Kasi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batu Ahmad Jazuli menyampaikan kekhawatiran atas kondisi tersebut.
Sebab, satu penghulu CPNS yang ditempatkan di Kecamatan Bumiaji hingga kini belum dapat memimpin prosesi akad nikah. Alasannya karena belum mengikuti pendidikan dan pelatihan (diklat) penghulu sehingga belum memperoleh sertifikasi.
Itulah mengapa pernikahan di Kecamatan Bumiaji masih ditangani satu penghulu senior tersebut. Jazuli berharap adanya percepatan pelatihan. Itu agar pelayanan kepada masyarakat tidak terhambat.
“Semoga segera ada bimtek penghulu bagi penghulu CPNS dari Balai Diklat Keagamaan atau Bimas Islam Kanwil Kemenag Jawa Timur,” katanya.
Penghulu CPNS yang belum bisa memandu akad nikah itu Ahmad Novian Iqbal. Dia mengakui bila belum dapat turun langsung memandu prosesi akad. Sementara ini ia hanya membantu di bagian administrasi. Dia mengaku bertugas memeriksa berkas calon pengantin.
“Baik melalui aplikasi Simkah maupun tatap muka dengan calon manten dan walinya (jomblokan),” ungkapnya. Kekurangan tenaga ini dikhawatirkan menambah beban pada masa-masa ramai pernikahan.
Untuk itu, dia berharap percepatan pelatihan bagi penghulu baru. Itu demi menjaga kualitas layanan kepada masyarakat. “Tapi kemungkinan diklat akan digelar setelah latsar tuntas,” pungkasnya. (dia/dre)
Editor : A. Nugroho