Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Jalan Kampung di Dusun Brau Longsor, Drainase Buruk Jadi Pemicu

Fajar Andre Setiawan • Senin, 3 November 2025 | 19:25 WIB
LONGSOR: Jalan Margomulyo RT 02/RW 10, Dusun Brau, Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji rusak usai longsor pada Sabtu malam lalu (1/11).
LONGSOR: Jalan Margomulyo RT 02/RW 10, Dusun Brau, Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji rusak usai longsor pada Sabtu malam lalu (1/11).

BUMIAJI – Tanah longsor kembali melanda kawasan rawan bencana di Dusun Brau, Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji pada Sabtu malam lalu (1/11). Badan Jalan Margomulyo RT 02/RW 10 sepanjang 15 meter rusak berat hingga memutus saluran air warga.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 20.15 itu disinyalir disebabkan hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Batu sejak sore hari. Tanah jenuh air tak mampu menahan beban sehingga sebagian tebing di sisi jalan ambrol.

Laporan warga baru diterima Tim Pusdalops BPBD Kota Batu pada Minggu pagi kemarin (2/11) pukul 08.22. Plt Kepala Pelaksana BPBD Kota Batu, Suwoko mengatakan selain intensitas hujan tinggi, sistem drainase yang buruk memperparah situasi.

“Saluran air pembuangan rumah tangga tidak berfungsi normal. Aliran tersumbat dan akhirnya memicu longsor,” ujarnya saat dikonfirmasi Radar Batu kemarin (2/11). Longsor menyebabkan drainase dan pipa pembuangan rumah tangga terputus.

Selain itu, sebagian badan jalan ikut tergerus. Dimensi kerusakan tercatat sepanjang 15 meter dengan lebar 1 meter dan tinggi 2 meter. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Setelah menerima laporan, tim BPBD bersama perangkat desa dan relawan segera meninjau lokasi. Penanganan darurat dilakukan dengan pemasangan terpal dan karung tanah untuk menahan potensi longsor susulan.

“Kami juga memasang safety line agar warga tidak mendekat ke lokasi longsor,” kata Suwoko. Sementara itu, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) untuk perbaikan plengsengan dan saluran drainase.

Upaya normalisasi pipa dilakukan agar jalur air kembali berfungsi dengan baik. Kerja bakti pembersihan material longsor juga digelar dengan melibatkan warga, perangkat desa, dan relawan. Dia berupaya agar akses jalan bisa segera digunakan kembali.

 

Lebih lanjut, ia juga sekaligus memastikan sistem drainase tidak lagi menjadi titik lemah. Brau memang dikenal sebagai wilayah dengan kontur perbukitan curam yang kerap terdampak bencana saat musim hujan.

 

Kondisi drainase yang belum tertata, ditambah pembangunan permukiman di lereng tanpa penguatan struktur tanah, menjadi kombinasi risiko yang terus menghantui kawasan ini. (ori/dre)

Editor : A. Nugroho
#bencana alam #Saluran Drainase #DPUPR #tanah longsor