BATU - Proses aktivasi ulang Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Kota Batu kembali mendapat sorotan legislator. Mereka meminta agar prosesnya dipercepat. Tujuannya agar operasionalnya bisa segera dimulai dan bisa menunjang Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun depan. Itu tak lepas dari tantangan fiskal 2026 yang sudah ada di depan mata.
Seperti diberitakan sebelumnya, salah satu BUMD yang akan diaktivasi lagi yakni PT Batu Wisata Resource (BWR). Juru Bicara Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Rosidah Erawati mengatakan tantangan keuangan Kota Batu tahun depan cukup besar. Sebab, pemerintah pusat akan melakukan pengurangan dana transfer ke daerah (TKD) hingga Rp 168 miliar.
“Sementara kemandirian fiskal masih sangat jauh dari harapan,” terangnya. Untuk itu, dirinya mendorong adanya transformasi paradigma fiskal dari ketergantungan dana transfer. Salah satunya dengan akselerasi revitalisasi BUMD. Operasional badan usaha tersebut diharapkan memberikan deviden nyata yang masuk ke daerah.
Dengan begitu, realisasi kemandirian fiskal dapat ditingkatkan. Kendati begitu, revitalisasi BUMD harus mendapatkan porsi dan kajian yang tepat. Seperti pemetaan ulang unit bisnis, penggabungan atau peleburan usaha (merger), restrukturisasi internal, dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) agar lebih kompetitif.
“Jenis usaha yang dipilih harus dilihat kembali yang paling potensial,” ujarnya. Namun yang jelas bisnis di bidang pariwisata, pertanian, dan jasa tetap akan dipertahankan. Sebab, tiga bidang itu sudah menjadi ciri dari Kota Batu sebagai kota wisata. Rosidah menilai Pemkot Batu perlu mengevaluasi kinerja perusahaan aik dari keuangan atau manajerial.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto memastikan aktivasi BUMD terus berjalan. Mengingat program tersebut menjadi salah satu prioritas visi misi kepala daerah. Selain PT BWR, Heli menyebut akan ekspansi bisnis yang lebih besar. Salah satunya membidik Pasar Induk Among Tani Batu sebagai badan usaha. “Saat ini masih berproses, kami tunggu hasil kajiannya,” pungkas pria asli Desa Sumberbrantas itu. (ori/dre)
Editor : A. Nugroho