BATU - Shelter sosial sementara yang berada di Desa Beji, Kecamatan Junrejo akan berpindah ke Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Batu pada Oktober mendatang. Pasalnya, kontrak sewa di Desa Beji telah berakhir September ini. Pemerintah Kota (Pemkot) memastikan tidak akan memperpanjang kontraknya. Alasannya yakni ukuran bangunan yang sudah tidak representatif.
Pekerja Sosial (Peksos) Fungsional Dinas Sosial (Dinsos) Kota Batu Hartono mengaku keputusan untuk pindah diambil setelah mempertimbangkan beberapa hal. Di antaranya kebutuhan ruang yang lebih banyak. Termasuk untuk mengakomodasi keluhan dari masyarakat.
“Misalnya, Rumah Inklusi beberapa waktu lalu menyampaikan kepada kami kalau memerlukan tempat sebagai sekretariat dan penyelenggaran kegiatan untuk anak-anak disabilitas,” jelasnya. Lebih lanjut, Hartono menyampaikan akan menyediakan kebutuhan tersebut di shelter sosial yang baru nanti.
Selain itu, shelter itu bakal digunakan sebagai tempat pembinaan, pemberdayaan, dan terapi bagi orang terlantar atau Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS). Dia mengatakan sudah melakukan survei lokasi shelter yang baru pada 20 Agustus lalu. Ukurannya dipastikan jauh lebih besar daripada yang sebelumnya.
“Saat ini kami masih proses negosiasi dengan pemilik rumah. Tinggal menunggu deal saja,” tegasnya. Bangunan yang akan disewa tersebut memiliki lima kamar. Selain itu, ada dua ruang tamu yang bisa dimanfaatkan sesuai peruntukan awal. Ditanya perihal anggaran, Hartono enggan menjawab. Alasannya karena negosiasi masih berjalan.
Terpisah, Ketua Rumah Inklusi Kota Batu Ariyati menyambut baik langkah Dinsos tersebut. Dia mengaku bersedia untuk memanfaatkan ruang yang disediakan Pemkot Batu di shelter yang baru. “Kami berharap proses negosiasi segera mencapai kesepakatan. Sehingga. shelter bisa segera ditempati,” pungkasnya. (dia/dre)
Editor : A. Nugroho