BATU - Bisnis kafe dan restoran di Kota Batu terus mengalami pertumbuhan yang positif. Dalam kurun waktu delapan bulan, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Batu sudah mencatat 39 objek pajak baru. Otomatis jumlah Wajib Pajak (WP) dari sektor kafe dan restoran juga meningkat. Mereka akan menyumbang pendapatan di sektor Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) makanan dan minuman (mamin).
Sebelumnya, jumlah WP kafe dan restoran hanya 476 saja. Dengan penambahan 39 WP baru, jumlahnya kini menjadi 515. Tentu hal itu menjadi angin segar untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun ini. Kepala Bapenda Kota Batu Mohammad Nur Adhim mengakui jika pertumbuhan kafe dan restoran cukup signifikan. Itu membuktikan Kota Batu berhasil menjadi magnet bisnis bagi para pelaku usaha.
“Apalagi bisnis food and baverage (fnb) sangat menunjungan pariwisata yang ada di Kota Batu,” terangnya. Penambahan WP tersebut tidak lepas dari update data Bapenda secara berkala. Sehingga potensi yang ada bisa terdata dan terkelola dengan baik.“Misalnya, ada kafe atau restoran baru akan langsung kami datangi. Apalagi yang punya proyeksi omzet Rp 10-15 juta per bulan,” ungkap dia.
Adhim menyampaikan penarikan pajak sebesar 10 persen dari total pendapatan bulanan. Data terkait omzet itu didapatkan petugas dari hasil wawancara dengan pemilik sekaligus pengamatan langsung di lapangan. “Petugas akan bertanya jumlah karyawan, menu, dan harga makanan serta minuman yang dijual. Selain itu, kami juga akan menghitung jumlah meja dan kursi yang ada untuk mendapatkan proyeksi pendapatannya,” paparnya.
Dengan bertambahnya WP baru, Adhim optimistis dapat mengejar target PBJT mamin tahun ini. Apalagi, saat ini PBJT mamin menyumbang realiasi paling tinggi dibandingkan jenis pajak lainnya. Realisasinya saat ini sudah menyentuh 72,43 persen atau berkisar Rp 25,9 miliar. Padahal, targetnya sebesar Rp 35,9 miliar. Artinya, realisasnya sudah melebihi target hingga akhir Agustus ini yakni sebesar 66,6 persen atau setara dengan Rp 23,9 miliar.
Seperti 2024 lalu, Bapenda mencatat realisasi PBJT mamin mencapai 109 persen atau setara Rp 39,3 miliar dengan target yang sama. Pria asli Kota Semarang itu berharap para WP tertib melaporkan pendapatan. Untuk itu, dirinya akan terus memantau seluruh objek pajak. Tak hanya mengandalkan tapping box, tetapi juga langsung menerjunkan tim untuk pengawasan langsung di lapangan. (ori/dre)
Editor : A. Nugroho