Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

213 Guru PAUD di Kota Batu Masih Belum Sarjana

A. Nugroho • Sabtu, 23 Agustus 2025 | 21:53 WIB

DAPAT BEASISWA: Beberapa guru PAUD di Kota Batu mendampingi siswa dalam acara gebyar anak PAUD di Gedung Graha Pancasila pada Rabu (20/8) lalu.
DAPAT BEASISWA: Beberapa guru PAUD di Kota Batu mendampingi siswa dalam acara gebyar anak PAUD di Gedung Graha Pancasila pada Rabu (20/8) lalu.

 

BATU - Masih banyak guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kota Batu yang belum sarjana. Jumlahnya mencapai 213 orang. Sedangkan, total guru PAUD ada sebanyak 283 orang. Artinya, 75 persen guru PAUD belum menempuh pendidikan tinggi strata 1. Sementara, aturan terbaru terkait rekrutmen guru PAUD sudah mensyaratkan minimal lulusan S1.

 

Ada berbagai alasan mengapa mayoritas guru PAUD masih lulusan SMA/sederajat. Yang paling utama adalah dulu belum ada syarat minimal S1 untuk menjadi guru PAUD. Selain itu, juga lantaran banyaknya guru PAUD yang berasal dari kader Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan pos pelayanan terpadu (posyandu). Ada pula karena kebutuhan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mendesak.

 

“Meski begitu ada pula dari mereka yang lulusan D2,” terang Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batu M. Chori. Dia menegaskan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI sudah mengatur syarat tenaga pendidik. Salah satunya harus bergelar sarjana. Itu tertuang dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Kendati begitu, dia menilai guru PAUD yang ada sudah memiliki preferensi yang baik.

 

Pemkot Siapkan Beasiswa lewat Program Seribu Sarjana
Pemkot Siapkan Beasiswa lewat Program Seribu Sarjana

 

Untuk itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Batu berkomitmen membuka kesempatan selebar-lebarnya bagi guru PAUD yang ingin menempuh studi S1. Bahkan, Chori mengatakan akan memberikan kuota khusus untuk beasiswa S1 bagi guru PAUD melalui program seribu sarjana. “Dalam program itu, ada jalur afirmasi yang akan kami dialihkan untuk guru PAUD,” tegas mantan Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Batu itu.

 

Guru PAUD pun tak perlu khawatir dalam membagi waktu antara kuliah dan mengajar. Sebab, Chori berjanji akan menggandeng kampus yang menyediakan opsi pembelajaran jarak jauh alias daring. Sehingga, mereka tidak perlu khawatir terkait waktu. Pasalnya, Chori menjamin fleksibilitasnya. “Guru-guru PAUD masih bisa menjalankan kewajiban mengajar dan tugasnya sebagai ibu rumah tangga,” tandasnya.

 

Lebih lanjut, Kepala Seksi Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) SD Disdik Kota Batu Lendy Herdipuma menambahkan masih ada beberapa persoalan yang perlu dihadapi. Yakni tidak semua guru PAUD bersedia menerima beasiswa tersebut. Khususnya bagi mereka yang sudah berusia lanjut. “Misalnya ada beberapa guru yang umurnya lebih dari 50 tahun. Sehingga, sebentar lagi pensiun,” ujarnya.

 

Apalagi, ada Guru Tidak Tetap (GTT) yang tidak terdata sebagai pegawai Pemkot Batu. Sebab, mereka direkrut secara mandiri oleh sekolah untuk menutup kekosongan guru. Sehingga, mereka tidak masuk dalam kategori penerima beasiswa dalam program seribu sarjana. “Kalau statusnya GTT tetap bisa mendaftar beasiswa tapi sebagai masyarakat umum,” imbuh dia. (ori/dre)

Editor : A. Nugroho
#program seribu sarjana #paud #guru #sarjana #beasiswa