BATU - Bangunan eks Museum Hak Asasi Manusia (HAM) Omah Munir bakal direhabilitasi. Pemerintah Kota (Pemkot) Batu. Rumah yang kini kondisinya kian memprihatinkan pascainsiden kebakaran pada Februari lalu itu akan tetap difungsikan sebagai museum. Namun, museum tersebut juga akan dilengkapi dengan galeri seni.
Bangunan yang berada di Jalan Bukit Berbunga Nomor 2, Desa Sidomulyo, Kecamatan Bumiaji itu semula dioperasikan sebagai museum untuk menceritakan sejarah Munir. Sebab, Kota Batu menjadi tempat peristirahatan terakhir Munir Said Thalib pada 2004 lalu. Namun, museum tersebut telah dipindahkan di Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (UB).
Kepala Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu Onny Ardianto mengatakan, bangunan tersebut akan segera dilakukan rehabilitasi secara menyeluruh. Tujuannya untuk dialihfungsikan sebaga museum dan galeri seni yang akan dibuka untuk umum. “Harapan kami bangunannya nanti bisa menjadi fasilitas bagi seniman lokal,” ungkapnya.
Kendati sudah memiliki beberapa galeri seni, Onny menilai lokasi dan kapasitasnya masih terbatas. Misalnya, Galeri Raos yang hanya bisa digunakan untuk pameran skala kecil. Apalagi bangunannya tak memiliki ruang yang cukup untuk parkir. “Galeri yang baru nanti juga kami orientasikan untuk tempat lelang karya juga ,” ujarnya.
Pemanfaatan galeri tersebut dipastikan akan gratis bagi siapapun yang ingin memakainya. Sayangnya, Onny belum bisa menyebut kapan pembangunan itu akan dimulai. Yang jelas pembangunan akan menyasar seluruh bagian bangunan. Mengingat kerusakan yang da cukup parah.
Terpisah, Wali Kota Batu Nurochman menilai, keberadaan museum dan galeri sangat diperlukan untuk kemajuan seni. Apalagi, dirinya kini tengah merancang pendirian SMK Kesenian. “Museum dan galeri seni nanti juga bisa dimanfaatkan untuk fasilitas dan wadah kreativitas siswa SMK Kesenian,” tegas dia. (ori/dre)
Editor : A. Nugroho