KOTA BATU - Rencana pengadaan ferris wheel atau bianglala di Alun-Alun Kota Batu akhirnya menemui titik terang. Setelah terimbas efisiensi pada tahun ini, pengadaannya bakal dianggarkan lagi pada tahun depan. Tendernya bakal dibuka mulai akhir tahun ini.
Untuk diketahui, sebelumnya Pemkot Batu telah menyusun beberapa opsi model bianglala. Termasuk spesifikasi yang kabarnya lebih baik dibanding bianglala sebelumnya. Meliputi jumlah kabin beserta diameter bianglala. Anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp 7 miliar. Semula, bakal dimasukkan dalam APBD 2025. Namun batal karena ada efisiensi.
Wali Kota Batu Nurochman mengatakan, pengadaan bianglala sudah dipastikan masuk dalam Kebijakan Umum Anggaran (KUA) Perubahan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2026. Tahun ini, detail engineering design (DED) bianglala bakal dituntaskan. Anggaran untuk itu senilai Rp 300 juta.
Cak Nur-sapaannya, memastikan pengadaan bianglala akan ditanggung lewat APBD. Sehingga, dipastikan tidak ada campur tangan investor untuk pengadaan fisik bianglala. ”Kepastian anggarannya belum karena masih dalam plafon, yang jelas kami upayakan tahun depan,” kata dia.
Senada dengannya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu Dian Fachroni membenarkan jika bianglala dipastikan masuk usulan pembangunan tahun depan. Namun, dia masih belum bisa menyusun kebutuhan anggaran untuk proyek tersebut. ”Kontrak DED bianglala baru dituntaskan pada pekan lalu, kemungkinan 10 hari lagi baru bisa tahu nilai fisiknya,” papar dia.
Dian mengaku tengah mengusulkan lelang fisik bianglala yang sudah tak beroperasi. Sehingga, hasil penjualan aset dapat membantu akselerasi pembangunannya. Apalagi, saat ini Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) masih belum ada proyeksi pendapatan dari potensi lelang itu.
”Maka saat ini saya berharap bisa memproyeksikan untuk bisa melakukan tender dini pada akhir tahun ini,” kata dia. Dengan melakukan tender dini, pembangunan bisa dipercepat dan dapat teken kontrak pada awal 2026 nanti. Dengan sistem tersebut, Dian optimistis pembangunan bisa dilakukan lebih awal.
Mantan Kabag Pengadaan Barang dan Jasa Setda Kota Batu itu menyebut, pengadaan bianglala juga disesuaikan dengan kemampuan APBD 2026 mendatang. Jika alokasi pada proyek tersebut on-budget, dia memastikan bianglala akan dibangun tahun depan. ”Kalau pembangunan fisik bianglala kemungkinan delapan bulan sudah tuntas,” tandas dia. (ori/by)
Editor : A. Nugroho