BATU - Jumlah juru parkir (jukir) di Alun-Alun Kota Wisata Batu bakal berkurang dua orang. Pasalnya, satu jukir bukan merupakan warga Kota Batu dan satu lainnya baru saja diterima Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Itu berkaitan dengan pemberdayaan jukir pada penerapan smart gate parking.
Sebelumnya, jumlah total jukir di alun-alun sebanyak 50 orang. Artinya, nanti hanya akan ada 48 jukir yang diberdayakan pascapenerapan sistem smart gate parking. Kepala Bidang Perparkiran Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batu, Chilman Suaidi menegaskan tak akan menambah jukir baru.
Pasalnya, jumlah jukir yang ada dinilai cukup mengakomodasi kebutuhan lahan parkir di alun-alun. Apalagi setelah penerapan smart gate parking, tugas jukir akan semakin ringan. Hanya bertugas menata kendaraan dan membantu pengguna jasa untuk keluar dan masuk area parkir. “Bahkan sebenarnya kebutuhan ideal jukir hanya 30-35 orang saja,” ungkapnya.
Kendati begitu, dia berkomitmen untuk tidak mengurangi tenaga jukir yang sudah ada. Sebab, itu sudah menjadi bagian komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Batu dalam penerapan smart gate parking.
Alumnus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) itu mengungkapkan nantinya akan ada tiga pintu keluar dan masuk di area parkir Alun-Alun Kota Wisata Batu. Sehingga, total ada enam pintu parkir. Jukir akan dibagi dalam tiga shift. Yakni pagi, sore, dan malam. “Smart gate parking hanya perlu pengecoran sederhana untuk instalasi listrik," tutup Chilman. (dia/dre)
Editor : A. Nugroho