Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

8 Desa dan Kelurahan Siapkan Lahan untuk Realisasi Pembangunan Rumah Kompos

Fajar Andre Setiawan • Selasa, 22 Juli 2025 | 16:50 WIB

 

KELOLA SAMPAH: Petugas sampah di TPS3R Kelurahan Sisir membakar sampah. Rencananya rumah kompos akan di bangun dekat insinerator di sana.
KELOLA SAMPAH: Petugas sampah di TPS3R Kelurahan Sisir membakar sampah. Rencananya rumah kompos akan di bangun dekat insinerator di sana.

BATU - Realisasi pembangunan rumah kompos tahun ini ditarget sebanyak 20 unit. Saat ini sudah ada delapan desa dan kelurahan yang menyatakan kesiapannya. Yakni Kelurahan Sisir, Kelurahan Temas, Desa Oro-Oro Ombo, dan Desa Sidomulyo di Kecamatan Batu, Desa Sumbergondo dan Desa Giripurno di Kecamatan Bumiaji, dan Kelurahan Dadaprejo dan Desa Mojorejo di Kecamatan Junrejo.

Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto mengatakan, pembangunan rumah kompos bertujuan mengoptimalkan upaya desentralisasi pengelolaan sampah organik. Terutama di dua Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Reduce, Reuse, dan Recycle (TPS3R) yang sudah memiliki insinerator atau mesim pembakar sampah anorganik. Seperti di TPS3R Kelurahan Sisir dan TPS3R Kelurahan Dadaprejo.

“Delapan wilayah tersebut, lahannya sudah siap. Kami upayakan pembangunannya segera,” katanya. Dalam pelaksanaannya, dia mendorong komitmen pemerintah desa atau kelurahan untuk berkolaborasi dalam pengelolaan sampah. Khususnya terkait gerakan pemilahan sampah dari rumah. Heli menyebut akan ada tahap lanjutan apabila gerakan tersebut telah berjalan optimal.

Lebih lanjut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu Dian Fachroni menyebut, rumah kompos bakal memiliki kapasitas pengelolaan dua kali lipat dari produksi rata-rata harian sampah organik. Sehingga, rumah kompos menjadi alternatif untuk mengatasi pembeludakan volume sampah. “Pembangunan rumah kompos ini juga dalam rangka meningkatkan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) yang terus menurun,” katanya.

Untuk diketahui, rumah kompos akan mengelola sampah organik dari 750-1.000 Kartu Keluarga (KK). Dian berasumsi setiap KK beranggotakan empat orang. Artinya, setiap rumah kompos akan mengolah sampah organik dari 3.000-4.000 orang per hari. Jika perkiraan produksi sampah per orang sebanyak 0,53 kilogram, maka setiap rumah kompos akan mengolah sebanyak 780-1.040 kilogram sampah organik per hari. (ori/dre)

Editor : A. Nugroho
#rumah kompos #realisasi #pembangunan #dlh kota batu #IKLH