BATU - Car Free Day (CFD) Mbatu Sae tidak hanya cocok dikunjungi orang dewasa saja. Sebab, kawasan tersebut bisa dibilang ramah anak. Warga tidak sekadar bisa berolahraga dan wisata kuliner saja di sana. Melainkan juga bisa mengajak anak-anak untuk menikmati sarana rekreatif yang disediakan Pedagang Kaki Lima (PKL) di sana.
Mulai dari mainan mobil-mobilan, handcraft, hingga melukis. Seperti yang tampak kemarin (20/7), PKL yang menyediakan fasilitas mainan menjadi lirikan anak-anak. Terutama untuk fasilitas melukis. Itu sekaligus menunjukkan komitmen Pemkot Batu untuk membuat setiap event yang ramah anak dan mempertahankan status sebagai Kota Layak Anak (KLA).
Salah seorang pengunjung CFD Mbatu Sae Anita Rahma mengaku hampir setiap minggu rutin datang ke Jalan Sultan Agung. Dia memanfaatkan hari libur untuk berolahraga di CFD. Sekaligus mengajak anak-anaknya untuk bermain di sana. “Anak-anak saya biarkan untuk main-main sendiri,” ujarnya.
Anita menilai CFD menjadi wadah bagi anak-anak untuk bergerak bebas tanpa khawatir padatnya lalu lintas. Selain itu, anak-anak sekaligus belajar bersosialisai dengan teman-teman sebayanya yang juga beraktivitas di sana. “Memang cocok jadi pilihan rekreasi yang murah dan edukatif,” tutur wanita asal Temas itu.
Kasi Pengembangan UMKM Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskumperindag) Kota Batu Andry Yunanto menambahkan, beberapa menu makanan yang dijual PKL juga ramah anak. Seperti bubur bayi, buah segar, dan olahan sayur. Sehingga mereka bisa turut menikmati makanan sehat untuk sarapan.
Andry menyebut fasilitas ramah anak tak hanya bisa diakses di kawasan CFD. Namun, rombongan keluarga juga bisa menikmati fasilitas yang ada di kawasan Taman Hutan Bondas. “Taman tersebut merupakan area bebas asap rokok sehingga cocok untuk anak-anak,” pungkas dia. (ori/dre)
Editor : A. Nugroho