Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Pertumbuhan Bunga di Kota Batu Tak Maksimal akibat Hujan

Fajar Andre Setiawan • Senin, 19 Mei 2025 | 17:25 WIB

SPOT ESTETIK: Wisatawan berswafoto di tengah Ladang Bunga Matahari di Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji kemarin (18/5) (RORI DINANDA BESTARI/RADAR BATU).
SPOT ESTETIK: Wisatawan berswafoto di tengah Ladang Bunga Matahari di Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji kemarin (18/5) (RORI DINANDA BESTARI/RADAR BATU).

BUMIAJI – Hujan yang masih mengguyur Kota Batu mengancam produksi bunga.

Pertumbuhan sejumlah bunga seperti pikok, matahari, dan hortensia tak maksimal.

Banyak bunga yang busuk sehingga tak bisa dijual.

Bahkan, kebun bunga yang dijadikan sebagai objek wisata juga terancam harus mengganti dengan tanaman yang baru.

Seperti kebun bunga matahari di Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji.

Tinggi bunga di sana lebih pendek dari ukuran yang seharusnya.

Baca Juga: BMKG Prediksi Suhu Kota Batu Turun dan Curah Hujan Tinggi di Akhir Pekan

Bahkan, banyak bunga yang memiliki bintik-bintik hitam.

Itu merupakan tanda awal proses pembusukan.

Pengelola Ladang Bunga Matahari Pandanrejo, Intania Azizah, menyebut kualitas bunga matahari terus menurun.

Itu lantaran curah hujan yang masih lumayan tinggi saat ini.

Padahal dia memprediksi musim kemarau sudah akan berjalan mulai Mei ini.

“Apalagi Mei ini kan banyak long weekend jadi kami sangat harapkan sekali kondisi kebun bunga yang bagus,” ujarnya.

Intan mengatakan saat ini tinggi tanaman bunga matahari tak ada satu meter.

Padahal, tinggi idealnya seharusnya lebih dari satu meter.

Otomatis itu akan memengaruhi kualitas foto yang diperoleh pengunjung.

“Beberapa pohon juga ambruk karena busuk,” tegasnya.

Jika kondisi terus memburuk, dia terpaksa akan menutup ladangnya.

Dia mengaku harus segera melakukan penggantian dengan tanaman baru.

“Ini tentu akan berpotensi kerugian yang tidak sedikit karena kami hanya mengandalkan penghasilan dari ini,” tandasnya.

Baca Juga: Bikin Bingung! Hujan Lebat Tetap Guyur Jawa Timur, Ternyata Ini Penjelasan BMKG

Hal yang sama juga dialami salah seorang petani bunga lainnya, Samsul Hadi.

Pihaknya mengaku hamparan bunga pikok dan hortensia di ladangnya juga terdampak pancaroba.

“Banyak yang rontok dan busuk. Sehingga kualitasnya tidak bagus,” jelasnya.

Dia mengaku beberapa usaha sedang dilakukan.

Salah satunya penyemprotan nutrisi bunga secara rutin.

“Kondisi ini tentu menjadi ancaman bagi para petani bunga. Apalagi ini satu-satunya sumber mata pencaharian masyarakat di sini,” tegasnya. (ori/dre)

Editor : A. Nugroho
#wisata bunga #dampak cuaca #kota batu #Petani Bunga #pertanian kota batu #ladang bunga #kerugian petani