BATU - Sebanyak 165 karya seni rupa dan kriya terpajang rapi di Gedung Graha Pancasila Balai Kota Among Tani Batu sejak Senin lalu (21/4).
Itu merupakan buah karya dari para perupa lokal.
Beberapa ada juga karya dari pelajar SMP dan SMA se-Kota Batu.
Pemeran itu digelar sebagai wujud raya syukur.
Itulah mengapa tema yang diusung yakni Kenduri Rupa.
Dalam Bahasa Jawa, kenduri berarti acara perjamuan yang dilakukan sebagai bentuk rasa syukur, peringatan, atau ritual tertentu.
“Kenduri rupa kami maknai sebagai ungkapkan rasa syukur dan penanda kebersamaan, doa, dan harapan dalam bahasa rupa,” ucap Kurator Kenduri Rupa Vita Iga Anjani.
Dia menyampaikan pameran itu juga menjadi rasa syukur atas terpilihnya putra daerah sebagai pemimpin Kota Batu.
Untuk itu, kegiatan itu dibuka langsung Wali Kota Batu Nurochman pada 21 April lalu pukul 15.00.
Pameran akan berlangsung hingga 27 April mendatang mulai pukul 09.00-20.00.
“Pameran ini dibuka untuk umum dan tidak dikenakan tiket masuk,” imbuhnya.
Pameran kenduri rupa melibatkan seniman dari lintas generasi.
Baik seniman senior, profesional, maupun generasi baru.
Itu sebagai bukti bila seni di Kota Batu telah tumbuh dan mengakar di tiap generasi.
“Kami ingin membangun ekosistem seni yang adaptif, progresif, dan inklusif,” tambah Vita.
Menurutnya, seniman berperan dalam memberikan inspirasi bagi pelaku industri kreatif untuk mengembangkan inovasi dan kreatifitas.
Lebih lanjut, Wali Kota Batu Nurochman berjanji akan terus memberikan support kepada para perupa lokal.
Dirinya meminta agar para seniman tetap berkarya yang liar.
“Ini bukan bentuk kooptasi tetapi wujud kolaborasi antarsesama masyarakat Kota Batu,” ungkapnya.
Cak Nur, sapaan akrabnya, menilai kehadiran para perupa di Balai Kota Among Tani memberikan warna baru.
“Pameran ini sebagai saranan rekreasi juga untuk refreshing bagi pegawai di lingkungan Pemerintahan Kota (Pemkot) Batu,” tandasnya. (ori/dre)
Editor : A. Nugroho