Cuma 109 Peserta, 91 Kursi Kosong
BATU - Sebanyak 109 peserta program mudik gratis dari Pemerintah Kota (Pemkot) Batu resmi diberangkatkan dari Balai Kota Among Tani kemarin (28/3).
Sayangnya, jumlah pesertanya jauh dari harapan.
Ada 91 kursi yang kosong.
Sebab, Pemkot Batu membuka ada 200 kuota peserta mudik gratis pada program perdana ini.
Pemudik gratis itu terbagi di lima armada dengan tujuan yang berbeda-beda.
Mulai dari tujuan akhir Madura, Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Tuban, Kabupaten Ngawi, dan Kabupaten Pacitan.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batu Hendry Suseno merinci, ada sebanyak 33 pemudik dengan tujuan Kabupaten Banyuwangi.
Jumlah pemudik di jalur tersebut paling banyak jika dibandingkan dengan jalur lainnya.
Misalnya, jalur tujuan akhir Kabupaten Ngawi dan Pulau Madura masing-masing hanya sebanyak 25 peserta saja.
Sedangkan, tujuan akhir Kabupaten Pacitan hanya 14 peserta dan tujuan akhir Kabupaten Tuban hanya 12 peserta.
Tuban hanya 12 peserta.
Hendry mengatakan program mudik gratis tersebut diharapkan mampu mengurangi kepadatan lalu lintas.
Sebab, itu bisa menekan penggunaan kendaraan pribadi saat mudik.
Lebih lanjut, hal itu juga bisa mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas.
Kendati begitu, dirinya meng akui jika program tersebut perlu banyak evaluasi.
Di antaranya dengan melakukan survei kebutuhan pemudik sebelum pelaksanaan program.
Itu untuk menentukan jalur yang akan ditetapkan sebagai opsi.
“Kami tetap berkomitmen memberangkatkan peserta mudik gratis meski kuotanya tak terpenuhi.Kami akan berusaha lebih baik lagi tahun depan,” tegasnya.
Sementara itu, Wali Kota Batu Nurochman menilai promosi program tersebut seharusnya bisa dilakukan lebih masif.
Sehingga, lebih banyak masyarakat Kota Batu yang mengakses layanan tersebut.
“Kami berencana menambah jalur mudik tahun depan. Sehingga, peminatnya bisa lebih banyak,” ungkapnya.
Salah seorang pemudik dari Desa Punten, Kecama tan Bumiaji Nanda Mentari mengaku, baru mendaftar pertengahan bulan ini.
Dia mengaku program tersebut sangat menghemat pengeluaran untuk akomodasi mudik.
Sebelumnya, Nanda mengaku bisa merogoh kocek hingga Rp 900 ribu untuk sekali jalan saat mudik.
“Saya mudik ke Sumenep bersama suami dan anak. Kalau naik travel per orang nya bisa mencapai Rp 300 ribu biayanya,” ungkapnya.
Untuk itu, dirinya sangat bersyukur dengan program yang diselenggarakan Pemkot Batu itu.
Sebab, dia bisa menghemat waktu dan biaya perjalanan mudik. (ori/dre)
Editor : A. Nugroho