Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Realisasi Pendapatan Asli Daerah Kota Batu Masih Rendah

Fajar Andre Setiawan • Kamis, 27 Maret 2025 | 15:18 WIB
Sumber: Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Batu Data Per 21 Maret
Sumber: Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Batu Data Per 21 Maret

Wali Kota Tak Khawatir karena Sudah Andalkan Creative Finance

BATU - Realisasi pendapatan asli daerah (PAD) Kota Batu masih belum maksimal.

Memasuki triwulan ketiga, realisasinya masih di angka 20,8 persen saja atau Rp 64,8 miliar.

Padahal, akhir bulan ini seharusnya realisasi PAD sudah menyentuh 25 persen atau setara dengan Rp 77,8 miliar.

Artinya, capaiannya kurang 4,2 persen atau Rp 13 miliar (baca grafis).

Wali Kota Batu Nurochman mengaku tak khawatir dengan realisasi PAD yang tak mencapai target pada triwulan pertama ini.

Sebab, pembiayaan program strategis daerah (PSD) sudah tak terlalu mengandalkan PAD.

Melainkan dialihkan ke sumber pembiayaan dari creative finance.

Konsep itu akan membuat pembiayaan program tak bergantung pada APBD.

“Kami akan maksimalkan kerja sama dengan pihak swasta melalui corporate social responsibility (CSR),” tuturnya.

Seperti untuk mencetak seribu sarjana yang program andalannya dalam bidang pendidikan.

Dia mengaku sudah membentuk forum CSR untuk merealisasikannya.

Itu juga imbas efisiensi anggaran sesuai Inpres No. 1 Tahun 2025.

Selain mengandalkan CSR, pria yang akrab disapa Cak Nur itu juga mendorong pengembangan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Salah satunya dengan memberikan pelatihan ekspor melalui perusahaan daerah.

Dengan begitu pelaku UMKM bisa menjangkau pasar yang lebih luas dan membawa pendapatan yang lebih besar.

“Kemajuan sektor pariwisata juga cukup bisa diandalkan untuk menggali potensi pendapatan,” lanjut Cak Nur.

Berkaca dari tahun sebelumnya, pendapatan pajak pariwisata seperti hotel, restoran, dan hiburan menjadi penyumbang PAD paling besar.

Untuk itu, Cak Nur juga akan fokus mendorong inovasi pariwisata di Kota Batu.

Dia menilai perlu adanya event-event yang rutin digelar pada weekday.

Sebab, angka kunjungan wisata di Kota Batu banyak terpusat di weekend.

Dengan begitu, pemilik kursi Batu 1 itu berharap fluktuasi angka kunjungan bisa stabil.

“Kami akan rumuskan agenda dan event event yang cocok,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Batu Mohammad Nur Adhim mengatakan realisasi tiga sektor pajak pariwisata pada triwulan pertama sudah menunjukkan capaian yang positif.

Bahkan, realisasinya ada yang sudah melampaui target.

“Kami optimistis angkanya dapat melampaui target pada triwulan berikutnya,” ujarnya.

Namun, Pria asal Kota Semarang itu menyebut penurunan setoran Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) sebesar 30 persen tak bisa terelakkan.

Beruntung, realisasinya bisa diganti dengan dua opsen pajak baru.

Yakni pajak kendaraan bermotor (PKB) dan pajak bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB). (ori/dre)

Editor : A. Nugroho
#Creative Financing #pad #pendapatan asli daerah #realisasi #kota batu #pajak