BATU - Bau busuk di Pasar Induk Among Tani Batu sudah berkurang banyak.
Itu lantaran tak ada lagi tumpukan sampah di Tempat Pengelolaan Sampah Reuse, Reduce, dan Recycle (TPS 3R) di sana.
Sekarang petugas sampah dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu sudah melakukan pengangkutan rutin setiap hari.
Tak hanya itu, petugas juga melakukan pemilahan sampah kering dan basah di TPS 3R Pasar Induk Among Tani.
Dengan begitu, sampah bisa langsung diolah sesampainya di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
“Sudah kami angkut rutin pukul 10.00 setiap harinya,” terang Harjo, salah seorang petugas sampah DLH Kota Batu.
Pengangkutan dilakukan bersama 10 personel lainnya.
Volume sampah setiap harinya mencapai satu truk.
Itu khusus produksi sampah dari pedagang pasar induk.
Sebab, produksi sampah dari pedagang pasar pagi dikelola secara mandiri melalui kelompok swadaya masyarakat (KSM).
“Jadi bukan kewenangan DLH,” tegas Harjo.
Penanganan sampah di TPS 3R Pasar Induk Among Tani tak lepas dari hasil hearing antara komisi B DPRD Kota Batu dengan UPT.
Sebab, sebelumnya tumpukan sampah nyaris terjadi setiap hari.
Bahkan hampir menutup jalan keluar.
Pengangkutan sampah dilakukan secara tak menentu.
Bisa dua minggu sekali, tiga minggu sekali, bahkan satu bulan atau lebih.
Itu membuat air lindi dari sampah itu sampai mengalir ke permukiman warga yang ada di belakang pasar.
Otomatis bau busuk tidak hanya tercium di area pasar saja.
Melainkan juga di perkampungan tersebut.
Dari pantauan wartawan Jawa Pos Radar Batu kemarin (17/3), tidak ada lagi tumpukan sampah yang menggunung di sana. (ori/dre)
Editor : A. Nugroho