BATU - Realisasi program seribu sarjana dipastikan di mulai tahun ini.
Pemerintah Kota (Pemkot) Batu memastikan program tersebut tidak akan menggunakan APBD.
Sebab, dana yang sudah terkumpul melalui forum corporate social responsibility (CSR) sudah mencapai Rp 400 juta.
Tentu jumlah sasarannya akan disesuaikan dengan anggaran yang tersedia.
Itu disampaikan Wali Kota Batu Nurochman saat menghadiri rapat paripurna di Gedung DPRD Kota Batu kemarin (10/3).
Dia mengakui dana yang sudah terkumpul masih jauh dari target.
Pasalnya, kebutuhan uang kuliah tunggal (UKT) ditaksir men capai Rp 4-5 juta per semester.
Artinya, setiap anak membu tuhkan beasiswa sebesar Rp 8-10 juta per tahun.
Jika harus menyasar 1.000 lulusan SMA/SMK/MA, maka kebutuhan anggarannya mencapai Rp 8-10 miliar per tahun.
Dia menyebut untuk tahun pertama ini mungkin bisa menyasar 50 lulusan dulu.
Sambil dirinya melakukan uji coba dan melihat potensi kendala di lapangan nanti.
Cak Nur, sapaan akrabnya, akan terus mendorong partisipasi perusahaan lainnya.
Dengan begitu, kuota beasiswa sarjana bisa terus ditambah.
Sebelumnya, Pemkot Batu sudah memberikan beasiswa serupa.
Namun, nilainya lebih kecil yakni Rp 4-5 juta per tahun.
Dia menilai nominal tersebut tidak cukup mengkover pembiayaan kuliah.
Sehingga, program seribu sarjana sekaligus menjadi program untuk menyempurnakan itu.
Pria asal Desa Sumberejo itu menjelaskan ada persyaratan bagi calon penerima beasiswa.
Di antaranya merupakan siswa dari keluarga prasejahtera dan siswa yang memiliki berprestasi baik akademik maupun non-akademik.
“Tentu jurusan yang dipilih harus link and match dengan dunia industri dan kebutuhan SDM di desa atau kelurahan,” lanjutnya.
Itulah mengapa Pemkot Batu kini juga sedang melakukan pendataan terkait kebutuhan tenaga kerja.
Tujuannya agar lulusan program seribu sarja na bisa terserap dengan kebu tuhan lapangan kerja yang ada di Kota Batu.
Termasuk juga untuk memenuhi kebutuhan SDM di perusahaan yang telah memberikan CSR.
Dengan skema itu, Cak Nur berharap dapat menekan angka pengangguran terbuka dan meningkatkan angka rata-rata lama sekolah (RLS) hingga ke perguruan tinggi.
“Kami targetkan minggu ini mulai pendataan dan pemberian rekomendasi pendanaan program seribu sarjana ini,” tandas dia. (ori/dre)
Editor : A. Nugroho