Baru Dua Hari Sebelumnya Terjadi Peristiwa yang Sama
BATU - Pintu kaca di zona 7 unit ayam dan daging Pasar Induk Among Tani Batu dirusak oknum pedagang kemarin (10/3) pukul 01.27 dini hari.
Kaca selebar 1,2 meter dan tinggi 2 meter itu terpaksa dilepas karena kondisinya sudah hancur.
Beruntung aksi perusakan pintu kaca itu terekam CCTV.
Dalam rekaman CCTV tersebut tampak oknum pedagang itu sedang berusaha mendobrak pintu kaca yang dalam kondisi terkunci.
Hingga akhirnya kaca pintunya pecah.
Kepala UPT Pasar Induk Among Tani Batu Gadis Dewi Primandhasari mengaku sudah berkomunikasi dengan Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindu strian dan Perdagangan (Diskumperindag).
Bahkan, pelaku juga sudah dilakukan pemanggilan.
Gadis menyampaikan pelaku merupakan pedagang pasar pagi.
Dia mengaku kesal lantaran pintu tersebut masih terkunci saat pedagang sudah mulai beraktivitas.
Sehingga, pelaku merasa kesulitan mengakses jalan di sana.
“Jadi intinya pelaku kesal karena pintu masih dalam kondisi tertutup,” ungkapnya.
Perempuan asal Blitar itu menyampaikan pintu tersebut memang ditutup mulai pukul 16.00-02.00.
Itu sudah menjadi aturan di sana.
Apalagi mengingat pedagang zona 7 kerap meninggalkan sejumlah barang di kios masing-masing.
Sehingga, penguncian pintu zona 7 juga lantaran alasan keamanan.
Saat ini Gadis sudah meminta petugas Pasar Induk Among Tani Batu untuk melepas pintu tersebut sementara waktu.
“Rencananya sore ini (kemarin), kami ganti dengan yang baru,” tandasnya.
Terpisah, salah seorang pedagang zona 7 Pasar Induk Among Tani Batu Rudi mengaku jika kejadian tersebut bukan yang pertama terjadi.
Bahkan kejadiannya tak berselang lama dari kejadian kemarin.
Yakni dua hari sebelumnya.
Dia mengatakan pada 8 Maret lalu pintu yang sama juga dirusak oknum hingga kacanya pecah.
“Sudah selesai perbaikan, terus sekarang pecah lagi,” ungkapnya kesal.
Rudi berharap perbaikan pintu itu segera dituntaskan.
Sebab, para pedagang khawatir barangnya tidak aman saat ditinggal di kios tanpa pintu terkunci.
Apalagi jalur tersebut tak hanya digunakan pedagang zona 7.
Melainkan juga digunakan pedagang pasar pagi. (ori/dre)
Editor : A. Nugroho