JUNREJO - Produksi bawah merah dari Desa Torongrejo, Kecamatan Junrejo akan terus ditingkatkan.
Salah satu produk unggulan pertanian itu diharapkan bisa menyuplai kebutuhan daerah lain.
Mengingat komoditas itu sangat diminati pasar.
Termasuk mendapatkan pujian dari Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa saat berkunjung ke Pasar Induk Among Tani Batu pada 1 Maret lalu.
Selain itu, bawang merah Torongrejo juga berhasil menyabet peringkat 9 se Jawa Bali kategori program unggulan dalam Evaluasi Kinerja Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Ka bupaten/Kota.
Wali Kota Batu Nurochman mengatakan sejauh ini produksi bawang merah Toron grejo sebanyak 10.538,94 kuintal setiap kali panen atau tiga bulan sekali.
Jumlah ter sebut hanya cukup memenuhi kebutuhan Kota Batu saja.
Lahan pertanian bawah merah Torongrejo merupakan hasil kerjasama multipihak.
Termasuk dengan pemberdayaan gabungan kelompok tani (Gapoktan) Torong Makmur Desa Toron grejo.
Ada 10 kelompok tani dengan total sekitar 400 petani yang terlibat.
“Keunggulan bawang merah di sana yakni rasanya yang lebih tajam dan pedas. Sehingga menghasilkan cita rasa makanan yang lebih enak,” ungkapnya.
Pria yang akrab disapa Cak Nur itu mengaku sudah berkomunikasi dengan Dis tan-KP Kota Batu.
Tujuannya agar Desa Toron grejo menjadi sentar produk si bawang merah dengan kualitas dan kuantitas yang tinggi.
Terpisah, Sekretaris Desa Torongrejo Doni Firmansyah menyayangkan lantaran jumah petani bawang merah terus menurun.
Sebab, perawatannya cukup sulit dan harga benih yang mahal.
Apalagi di tengah cuaca yang tidak menentu seperti saat ini.
Itu membuat petani rawan gagal panen.
Sekarang ba nyak petani yang beralih ke bawang prei.
“Kami harap ada solusi dari Pemkot Batu,” tandasnya. (ori/dre)
Editor : A. Nugroho