BATU - Sebanyak 14 calon jemaah haji (CJH) punya kondisi kesehatan yang berisiko.
Namun, 13 diantaranya berhasil menunjukkan progres yang positif.
Mereka memiliki riwayat kadar gula darah yang tinggi.
Sementara, satu CJH memiliki penyakit ginjal.
Sampai saat ini satu CJH tersebut masih dalam pemantauan tim medis.
Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementrian agama (Kemenag) Kota Batu Basuki Rachmat mengatakan 13 CJH berisiko kini sudah mulai membaik.
Dari hasil pemeriksaan kesehatan beberapa waktu lalu, kadar gula darah mereka ada yang mencapai 400 mg/dL.
Untungnya, dari hasil pemeriksaan terkahir sudah turun menjadi 140 an mg/dL.
“Kadar kolesterol juga sudah normal,” kata Basuki.
Dia mengatakan status kesehatan CJH penting di perhatikan.
Sebab, itu menjadi salah satu syarat istitaah alias mampu menjalankan rangkaian ibadah haji di Mekkah.
Ada sejumlah jenis penyakit yang menjadi perhatian serius pada saat tes kesehatan.
Di antaranya diabetes, hipertensi, jantung, hingga stroke.
Kendati begitu, CJH masih tetap punya kesempatan untuk mendapatkan status istitaah.
Itu lantaran skrining kesehatan tak hanya dilakukan satu kali saja.
Jika ada CJH yang memiliki hasil tes tidak bagus akan diberikan waktu untuk memperbaiki kesehatannya.
Basuki menambahkan ini tak jauh berbeda dengan tahun lalu.
Pada 2024 lalu jumlah CJH berisiko sebanyak 15 orang.
Itu artinya hanya selisih satu saja jika dibandingkan jumlah tahun ini.
Dia mengaku melakukan pengawasan ekstra terhadap CJH berisiko.
Termasuk melakukan pengawasan makannya.
Pengawasan makanan dilakukan sejak awal.
Mulai dari penerimaan bahan baku, pengolahan, penyimpanan, hingga distribusi makanan.
Sampel makanan yang akan dikonsum si CJH dilakukan uji kimia dan pengukuran asam-basa.
Tujuannya untuk memastikan makanan yang dikonsumsi benar-benar sehat dan aman. (iza/dre)
Editor : Aditya Novrian