Pemkot Batu Pastikan Efisiensi Tak Pengaruhi Nilai Ekspor
Fajar Andre Setiawan• Minggu, 23 Februari 2025 | 18:35 WIB
PRODUKSI: Workshop pembuatan pot serabut yang menjadi produk ekspor andalan Desa Sidomulyo, Kecamatan Batu.
Tetap Fokus Tembus Pasar Internasional
BATU - Pelaku industri tak perlu khawatir dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2025.
Pemerintah Kota (Pemkot) Batu memastikan itu tak akan berpengaruh terhadap nilai ekspor.
Sebelumnya, Mendag RI Budi Santoso mengumumkan pemangkasan anggaran sebesar 38,8 persen tahun ini.
Dari yang semula sebesar Rp 1,85 triliun menjadi Rp 1,13 triliun.
Pihaknya menyebut fokus program perdagangan dapat tetap berjalan.
Salah satunya untuk perluasan pasar ekspor dan pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Kepala Dinas Perdagangan Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskumperindag) Kota Batu Aries Setiawan mengatakan pemangkasan anggaran hanya diberlakukan terhadap unsur yang tidak memberikan dampak besar.
Seperti alat tulis kantor (ATK), belanja pegawai, dan acara seremonial saja.
“Intinya kami akan memaksimalkan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2025 yang ada,” ujarnya.
Aries mengaku sedang berupaya lebih cermat dalam manajemen keuangan.
Khususnya memprioritaskan pelayanan sektor UMKM agar naik kelas dan untuk memperluas pasar.
Lebih lanjut, Kabid Perdagangan Diskumperindag Kota Batu Nurbianto Puji mengatakan anggaran sosialisasi dan layanan kemudahan ekspor tetap.
Alias tidak terdampak adanya pemangkasan atau efisiensi anggaran tersebut.
“Pelatihan dan pendampingan kepada UMKM yang ingin masuk ke pasar luar negeri akan tetap kami jalankan,” jelasnya.
Kegiatan pendampingan ekspor akan dilakukan dua kali dalam setahun.
Meski begitu, anggaran yang digunakan akan menyesuaikan dengan ketersediaan dana yang ada.
“Artinya, tidak ada dampak signifikan dari efisiensi anggaran tersebut. Kami yakin nilai ekspor akan relatif aman tahun ini,” kata pria yang akrab disapa Kentor itu.
Sebagai informasi, perkembangan ekspor sepanjang tahun 2024 menunjukkan tren yang positif.
Pada triwulan pertama tahun lalu, nilai ekspor Kota Batu mencapai Rp 942 juta.
Sementara pada triwulan kedua sekitar Rp 1,2 miliar.
Sedangkan, triwulan ketiga sebesar Rp 1,7 miliar dan triwulan keempat mencapai Rp 2,3 miliar. (ori/dre)