Fajar Andre Setiawan• Selasa, 18 Februari 2025 | 00:00 WIB
PRODUKSI: Workshop pembuatan pot serabut menjadi salah satu produk ekspor andalan dari Desa Sidomulyo, Kecamatan Batu.
Bunga Petik Paling Tinggi, Aneka Keripik Tumbuh Pesat
BATU - Nilai ekspor Kota Batu tahun 2024 lalu mengalami peningkatan signifikan.
Jika dibandingkan 2023 lalu, peningkatannya mencapai Rp 4,7 miliar.
Sebab, 2023 lalu nilai ekspor Kota Batu hanya Rp 1,5 miliar saja.
Sedangkan, tahun lalu mencapai Rp 6,2 miliar.
Ekspor masih didominasi bunga petik.
Meski begitu, pertumbuhan nilai ekspor komoditas healthy chips tampak paling menonjol.
Kabid Perdagangan Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (Diskumperindag) Kota Batu Kota Batu Nurbianto Puji mengatakan permintaan aneka keripik buah dan sayur terus meningkat.
Pada triwulan pertama ekspor keripik sebanyak satu kontainer.
Sementara, triwulan kedua meningkat menjadi tiga kontainer.
Kemudian, meningkat lagi pada triwulan ketiga menjadi lima kontainer.
Sedangkan, triwulan ke empat sebanyak empat kontainer.
“Yang paling banyak diminta adalah keripik apel, stroberi, nangka, hingga buah naga,” ujarnya.
Keunggulan camilan itu adalah nilai kesehatannya.
Sebab, keripik itu tidak digoreng seperti kebanyakan.
Melainkan, diproses dengan semacam pembekuan.
Itu dinilai bisa lebih menjaga dan mempertahankan kandungan nutrisi yang ada.
“Juga tidak ada bahan pengawet didalamnya,” imbuh Nurbianto.
Tujuan ekspor yang paling mendominasi ialah negera-negara di Asia.
Di antaranya Singapura, Hongkong, Jepang, Korea Selatan, China, Malaysia.
Namun, ada juga permintaan dari Kanada.
Dia menambahkan pada triwulan terakhir atau keempat tahun lalu, ada delapan kontainer keripik, 950 box mebel, dan 39,20 ton bunga petik serta kentang yang diekspor.
Selain itu, juga ada sekitar 10 ribu pot tanaman.
“Niilai ekspornya sebesar Rp 2,3 miliar,” tandasnya.
Nurbianto menyebut peningkatan ekspor terjadi karena program Kemudahan Impor Tujuan Ekspor untuk Industri Kecil Menengah (KITE IKM).
Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) juga turun langsung melakukan peninjauan. (iza/dre)