BATU - Lagi-lagi jalur alternatif Klemuk memakan korban Senin malam lalu (3/2) pukul 19.00.
Kali ini korbannya adalah satu keluarga asal Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang.
Terdiri atas Ayah, Ibu, dan anak yang masih berusia 7 tahun.
Ketiganya mengalami luka setelah sepeda motor Honda Scoopy bernopol N-5984-EFD yang mereka kendarai mengalami rem blong.
Yang paling parah sang Ayah, Moh Lusiyanto, 42.
Dia mengalami patah tulang di bagian tangan kanan.
Itu terjadi setelah dia mencoba menghentikan laju kendaraan yang sudah tidak terkontrol dengan menabrakkannya ke pembatas jalan.
Tak pelak itu mengakibatkan benturan keras yang membuat bagian depan motor ringsek.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Batu Ipda Hendri Setiawan mengatakan saat itu Lusiyanto bersama istri dan anaknya berkendara dari arah Pujon menuju Kota Batu.
Mereka berniat pulang ke Singosari lewat jalur alternatif tersebut.
Ternyata, kondisi kendaraannya tidak prima.
Itulah yang membuat peristiwa nahas itu terjadi. Menurut pengakuan korban, rem mulai tak berfungsi sejak turunan pertama.
“Kemudian laju kendaraan Lusiyanto tidak bisa lagi dikendalikan,” ujarnya.
Penerangan jalan umum (PJU) yang minim membuat korban tidak bisa melihat keberadaan jalur penyelamat.
Sampai akhirnya jalur penyelamat itu terlewati.
Akhirnya, terpaksa Lusiyanto menabrakkan kendaraannya ke pembatas jalan.
Beruntung istri dan anak Lusiyanto hanya mengalami luka ringan.
“Istrinya mengalami luka lecet kaki kanan dan nyeri perut. Sementara, anaknya mengalami luka lecet di pelipis kanan,” imbuhnya.
Ketiganya langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Hastra Brata. (iza/dre)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana