BATU - Pedagang dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Batu bakal punya kesempatan meningkatkan kompetensi untuk pengembangan bisnisnya.
Pasalnya, tak lama lagi Pemerintah Kota (Pemkot) Batu akan segera menjalankan program sekolah pasar.
Program tersebut akan fokus membekali pedagang terkait literasi keuangan.
Mulai dari pembukuan sederhana, transaksi digital, hingga pemanfaatan koperasi untuk pengembangan usaha.
Sekolah pasar nantinya akan menggunakan metode interaktif.
Seperti diskusi, praktik langsung, dan simulasi.
Kabid Perdagangan Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskumperindag) Kota Batu Nurbianto Puji mengatakan sekolah pasar akan dilakukan seminggu sekali.
Durasinya 2-3 jam setiap kali pertemuan.
Dia menarget sekolah pasar bisa diikuti 50-100 peserta di setiap pertemuannya “Yang jelas mekanisme pembelajarannya dirancang sefleksibel mungkin dan disesuaikan dengan kebutuhan dan kesibukan pedagang,” ungkapnya.
Namun, Nurbianto masih belum bisa memastikan kapan program itu dimulai. Meski begitu, dia yakin bisa berjalan secepat mungkin.
Paling lambat, sekolah pasar akan berjalan pertengahan tahun ini.
“Saat ini kami sedang finalisasi jadwal pelaksanaan, persiapan teknis, dan penyusunan modul pelatihan. Termasuk koordinasi dengan narasumber,” imbuhnya.
Lebih lanjut, sekolah pasar tidak hanya akan menyasar pedagang saja.
Namun, juga anak-anak pedagang.
Tujuannya, agar mereka bisa melakukan pendampingan lebih lanjut di luar program sekolah pasar.
Itu juga berdasarkan pertimbangan tingkat literasi digital di kalangan pedagang yang sangat minim.
Alasannya yakni mayoritas pedagang sudah berusia lanjut.
Sehingga, mereka tidak terlalu mengikuti perkembangan teknologi digital saat ini.
Selain itu, Nurbianto juga menyebut upaya tersebut sekaligus untuk proses regenerasi. (iza/dre)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana