BATU - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo merilis potensi cuaca ekstrem di Jawa Timur.
Salah satu wilayah yang terdampak yakni Kota Batu.
Potensi cuaca ekstrem sudah terjadi sejak Senin lalu (27/1) hingga 5 Februari mendatang.
Cuaca ekstrem tersebut bisa memicu berbagai bencana hidrometeorologi.
Mulai dari longsor, banjir, hingga puting beliung.
Dalam rilis itu dijelaskan sebagian besar wilayah Jawa Timur sudah masuk puncak musim penghujan.
Adanya fenomena Madden Julian Oscillation (MJO) dan gelombang atmosfer rossby akan mengakibatkan peningkatan pertumbuhan awan awan penghujan.
Kondisi ini juga didukung dengan aktifnya monsun asia dan peningkatan suhu permukaan laut di perairan sekitar Jawa Timur.
Itu mengakibatkan peningkatan suplai uap air ke atmosfer.
Sehingga, pertumbuhan awan juga ikut meningkat.
Terbentuknya daerah siklonik di wilayah Samudera Hindia sebelah selatan Jatim memunculkan daerah konvergensi.
Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu Agung Sedayu mengatakan sudah ada 3 banjir dan 20 longsor yang terjadi sejak awal tahun ini.
Dia menyebut kewaspadaan harus ditingkatkan untuk menghadapi cuaca ekstrem selama beberapa hari ke depan.
“Beberapa hal yang harus diwaspadai ialah terjadinya hujan lebat hingga sangat lebat yang disertai petir dan angin kencang selama sepekan ke depan,” ungkapnya.
Wilayah dengan topografi curam, bergunung, tebing diharapkan lebih waspada.
Pasalnya, itu meningkatkan potensi terjadinya banjir, banjir bandang, tanah longsor, hingga pohon tumbang. (iza/dre)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana