Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Cuaca Ekstrem di Kota Batu Berlangsung sampai 5 Februari Nanti

Fajar Andre Setiawan • Rabu, 29 Januari 2025 | 19:35 WIB
EVAKUASI: Plengsengan nonteknis mengalami longsor dan menutup akses jalan menuju Pura Luhur Giri Arjuno, Desa Tulungrejo, setelah hujan deras pada (27/1). (KAPOLSEK BUMIAJI FOR RADAR BATU)
EVAKUASI: Plengsengan nonteknis mengalami longsor dan menutup akses jalan menuju Pura Luhur Giri Arjuno, Desa Tulungrejo, setelah hujan deras pada (27/1). (KAPOLSEK BUMIAJI FOR RADAR BATU)

BATU - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo merilis potensi cuaca ekstrem di Jawa Timur.

Salah satu wilayah yang terdampak yakni Kota Batu.

Potensi cuaca ekstrem sudah terjadi sejak Senin lalu (27/1) hingga 5 Februari mendatang.

Cuaca ekstrem tersebut bisa memicu berbagai bencana hidrometeorologi.

Mulai dari longsor, banjir, hingga puting beliung.

Dalam rilis itu dijelaskan sebagian besar wilayah Jawa Timur sudah masuk puncak musim penghujan.

Adanya fenomena Madden Julian Oscillation (MJO) dan gelombang atmosfer rossby akan mengakibatkan peningkatan pertumbuhan awan awan penghujan.

Kondisi ini juga didukung dengan aktifnya monsun asia dan peningkatan suhu permukaan laut di perairan sekitar Jawa Timur.

Itu mengakibatkan peningkatan suplai uap air ke atmosfer.

Sehingga, pertumbuhan awan juga ikut meningkat.

Terbentuknya daerah siklonik di wilayah Samudera Hindia sebelah selatan Jatim memunculkan daerah konvergensi.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu Agung Sedayu mengatakan sudah ada 3 banjir dan 20 longsor yang terjadi sejak awal tahun ini.

Dia menyebut kewaspadaan harus ditingkatkan untuk menghadapi cuaca ekstrem selama beberapa hari ke depan.

“Beberapa hal yang harus diwaspadai ialah terjadinya hujan lebat hingga sangat lebat yang disertai petir dan angin kencang selama sepekan ke depan,” ungkapnya.

Wilayah dengan topografi curam, bergunung, tebing diharapkan lebih waspada.

Pasalnya, itu meningkatkan potensi terjadinya banjir, banjir bandang, tanah longsor, hingga pohon tumbang. (iza/dre)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#bmkg #desa tulungrejo #hujan deras #cuaca extrem #Pura Luhur Giri Arjuno #kota batu #Stasiun Meteorologi