BATU - Korban kecelakaan bus maut Sakhindra Trans yang dirawat di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara TK III Hasta Brata Batu telah dipulangkan semua.
Terakhir, satu korban bernama Umi Dimami, 48, warga Desa Beji, Kecamatan Junrejo sudah diperbolehkan pulang Selasa malam lalu (14/1) sekitar pukul 20.00.
Sebelumnya, ada enam korban yang dirawat di rumah sakit tersebut.
Dua korban luka berat dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Saiful Anwar Malang.
Sampai saat ini dua korban tersebut masih dirawat di sana.
Sementara, tiga korban lainnya sudah diperbolehkan pulang lebih dulu.
Umi Dimami menjadi korban laka terakhir yang dirawat dan diperbolehkan pulang dari RS Hasta Brata.
Kasubbidyanmeddokpol RS Bhayangkara TK III Hasta Brata Batu Iptu dr Arifian Juari SpOG (K) mengatakan Umi Dimami telah menjalani operasi perbaikan luka sehari pasca kejadian laka bus maut pada 8 Januari lalu.
Operasi tersebut dilakukan lantaran korban mengalami cedera kepala ringan.
Dia menyebut Umi Dimami mendapat perawatan intensif selama sepekan di rumah sakit.
Arif mengaku awalnya sempat akan memulangkan Umi pada Minggu lalu (12/1).
Namun, ternyata kondisinya masih belum memungkinkan.
Sebab, korban saat itu masih belum aktif bergerak.
Misalnya, duduk dan berjalan.
“Saat dipulangkan Selasa malam lalu, beliau (Umi) sudah bisa banyak bergerak. Sebab, sempat kami latih bersama dokter rehabilitasi medik,” paparnya.
Dia memastikan korban tidak memiliki keluhan lagi.
Sehingga, kini tinggal proses pemulihan saja dengan rawat jalan.
Arif meminta Umi kontrol kembali pada pekan depan.
Sementara itu, dia menyampaikan dua korban yang di rawat di RSUD dr Saiful Anwar Malang juga semakin membaik.
Mereka adalah Tino Triessula, 30, yang mengalami luka cedera kepala, cedera dada, dan shock hypovolemic.
Kemudian, korban lainya adalah Mustofa Ahmad,19, yang mengalami cedera otak, cedera dada, dan cedera tulang belakang.
Meski begitu, Arif menyebut Mustofa masih perlu mendapatkan perawatan intensif lebih lama.
“Sementara, pasien Tino direncanakan pulang hari ini (kemarin). Namun masih belum kami pastikan kembali,” tandasnya. (ori/dre)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana