BATU - Para pelaku wisata dan masyarakat di Kota Batu menggelar doa bersama untuk korban meninggal kecelakaan bus Sakhindra Trans di halaman parkir De Lobby Suite Hotel dan simpang empat Batu Town Square (Batos) pada Senin malam lalu (13/1).
Doa bersama digelar untuk memeringati 7 hari pasca kejadian nahas yang menewaskan empat korban.
Masyarakat dari berbagai lapisan tampak khusyuk memanjatkan doa bagi para korban.
Mereka berkumpul dan duduk di atas karpet yang digelar seadanya.
Setelah doa bersama selesai, mereka melanjutkan kegiatan penggalangan dana.
Hasilnya, dana sebesar Rp 21,5 juta berhasil terkumpul dari sumbangan sukarela.
“Kami akan serahkan uang donasi tersebut ke keluarga korban,” ujar Ketua Paguyuban Marketing Oleh-Oleh Rahmat Wibowo.
Dia mengatakan setelah proses penggalangan dana selesai, peserta doa bersama mendatangi beberapa titik lokasi korban meninggal dunia.
Mereka menaburkan bunga tepat di titik tersebut.
Lokasi tewasnya empat korban itu masih jelas.
Sebab, ada tanda putih yang dibuat pihak kepolisian untuk olah TKP.
Rahmat mengaku ide doa bersama itu awalnya khusus bagi para insan pariwisata Kota Batu.
Namun, akhirnya acara dibuka untuk umum lantaran solidaritas warga Kota Batu yang tinggi.
“Meski kegiatan tergolong spontan tapi animo masyarakat sangat tinggi,” ungkapnya.
Dia berharap tragedi bus maut tidak terulang kembali.
Itu perlu peran dari semua pihak.
Terutama dari para penyedia layanan wisata atau pelaku pariwisata.
Perlu ada peningkatan kapasitas pelayanan yang terstandarisasi untuk memastikan keamanan wisatawan. (iza/dre)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana