BATU - Durian Fantasi (Dufan) cocok dikunjungi di segala waktu.
Baik siang maupun malam.
Dufan memberikan sensasi yang berbeda di setiap waktunya.
Saat siang hari pengunjung bisa menikmati panorama alam sekitar dan pegunungan.
Sedangkan, saat malam hari pengunjung bisa menikmati pemandangan Dufan layaknya dunia avatar.
Sesuai namanya, Dufan sengaja di konsep seperti dunia imajinasi.
Pohon-pohon alpukat dan durian dihias dengan lampu berwarna-warni.
Sehingga, pohon-pohon di sana tampak seperti tanaman di dunia imajinasi anak-anak.
Tidak hanya pohon, spot-spot tertentu juga penuh dengan hiasan lampu.
Itu menambah sensasi Dufan yang mirip sekali dengan dunia avatar.
Konseptor Dufan Sujono Djonet mengatakan Dufan satu-satunya agrowisata yang berada di pusat kota.
Itu membuat pemandangan disana sangat menarik.
Pemandangan city light dari atas jalan layang bakal menambah lengkap pengalaman berwisata ke Dufan.
“Di sini banyak lampu-lampu. Jadi pengunjung yang ingin mendokumentasikan momen tidak perlu khawatir,” ujarnya.
Banyak lampion dan ornamen berbentuk durian yang menambah estetika Dufan.
Uniknya, ornamen durian di sana tak semuanya mirip dengan aslinya.
Ada durian yang berwarna merah, hijau, bahkan biru.
“Namanya saja durian fantasi, jadi ya suka-suka mau warna apa aja dan bentuknya seperti apa,” imbuhnya.
Sujono Djonet mengaku mengonsep Dufan benar-benar berbeda dari agrowisata lain.
Dia ingin memberikan pengalaman makan durian yang lain daripada yang lain.
Pasalnya, pengunjung bisa menikmati durian plus rekreasi.
Bahkan, ke depan Dufan juga akan menghadirkan ruang khusus untuk edukasi.
Khususnya edukasi budidaya alpukat dan durian.
Sujono Djonet menambahkan pencinta durian tidak perlu khawatir dengan rasa durian di Dufan.
Pasalnya, di sana ada petugas yang akan memilihkan durian dengan kualitas terbaik.
“Kalau tidak enak kita garansi,” tandasnya. (ori/dre)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana