BATU - Sesuai namanya, agrowisata Durian Fantasi (Dufan) Kota Batu menyajikan puluhan menu makanan dan minuman dari olahan durian.
Seperti milkshake durian, smoothies durian, dan aneka kue pastry rasa durian di Kota Batu.
Namun, bagi pengunjung Kota Batu yang anti durian tidak perlu khawatir.
Sebab, ada pula menu makanan dan minuman yang bukan dari olahan durian.
Konseptor Dufan Sujono Djonet mengatakan menu makanan berat nonolahan durian juga tak kalah bervariatif.
Misalnya sop iga, nasi goreng, dan mie.
Sementara, untuk menu makanan ringan mulai dari french fries, potato wedges, tahu walik, tempe mendoan, hingga pisang goreng keju.
Menu minuman juga sangat variatif.
Mulai dari aneka jus buah, teh, dan kopi.
Baca Juga: Disparta Jamin Semua Wahana Wisata di Kota Batu dalam Kondisi Aman
“Harga makanan dan minuman juga affordable. Mulai dari Rp 12 ribuan saja,” ungkapnya.
Sujono Djonet mengaku sengaja tidak menyediakan menu khusus olahan durian.
Tujuannya untuk memperluas segmentasi pasar wisatawan.
Sehingga, orang-orang yang tidak suka durian tetap bisa direkomendasikan mampir ke Dufan.
Sebab, mereka bisa menikmati kuliner nonolahan durian.
Selain itu, Dufan tidak hanya wisata kuliner saja.
Namun, juga termasuk dalam wisata alam.
Pasalnya, pengunjung bisa menikmati sensasi berada di tengah kebun durian dan alpukat.
Bahkan mereka juga bisa menikmati keindahan panorama pegunungan yang tampak dari jalan layan Dufan.
“Pengunjung juga bisa menikmati buah durian segar langsung di bawah pohonnya,” imbuh pria yang menjabat sebagai anggota legislatif tersebut.
Menu bervariatif sekaligus untuk mengakomodasi selera wisatawan.
Mulai anak-anak hingga dewasa.
Sujono Djonet menilai Dufan juga cocok dijadikan tempat transit untuk makan bersama rombongan wisatawan.
Dengan begitu, makan siang kolektif secara dine-in bagi rombongan, baik wisata maupun gathering sangat mungkin dilakukan di sana.
“Menu makanan bisa request. Tempat kami juga luas,” pungkasnya. (iza/dre)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana