BUMIAJI - Kebun bunga di Kota Batu belakangan menjadi tren wisata baru.
Dinas Pariwisata (Disparta) mulai melirik potensi tersebut.
Pemilik kebun bunga akan didorong untuk memanfaatkan lahannya untuk membuka objek wisata baru.
Mengingat selama ini objek wisata kebun bunga juga selalu dikelola masyarakat secara mandiri.
Kepala Disparta Kota Batu Arief As Shiddiq mengungkapkan momen tersebut bisa mendatangkan keuntungan berkali-kali lipat.
Pemilik kebun bunga tidak hanya mengandalkan hasil panen bunganya untuk dijual kepada tengkulak.
Melainkan juga bisa memanfaatkan kebunnya untuk menjadi spot foto yang instagramable.
Tentu pemilik kebun bisa menarik tarif untuk fasilitas tersebut.
Tidak hanya itu, penjualan bunga juga bisa langsung dilakukan kepada konsumen.
Misalnya, dengan memetik bunga langsung dari kebun nya.
“Ini potensial untuk wilayah Cangar dan Tulungrejo yang banyak hamparan bunga,” ungkapnya.
Kepala Desa Tulungrejo Suliyono membenarkan hal itu.
Kebun bunga di kawasan Coban Talun kini menjadi objek wisata andalan.
Khususnya bagi anak-anak muda.
Banyak dari wisatawan yang berfoto untuk dipajang di feed instagram mereka.
Dia menyebut dalam sehari tidak kurang dari 300 wisatawan yang datang ke sana.
“Kalau weekend bisa dua kali lipat lebih banyak. Lantaran ada wisatawan dari Malang Raya yang datang,” tandasnya.
Saat ini jenis bunga yang populer adalah hortensia dan pikok.
Dua jenis itulah yang saat ini sedang dibudidayakan di lahan seluas 800 meter persegi di kawasan Coban Talun. (ori/dre)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana