(Freepik)
Tiap Pedagang Rata-Rata Lakukan Transaksi Rp 10 Juta
BATU - Kegiatan ekonomi di Pasar Sayur Kota Batu cukup menjanjikan.
Pasalnya, potensi perputaran uangnya mencapai Rp 1,1 miliar.
Itu berdasarkan estimasi transaksi harian pedagang di sana yang mencapai Rp 10 juta.
Potensi perputaran uang yang cukup tinggi itu selaras dengan tingginya animo pembeli dan para tengkulak dari luar daerah.
Para tengkulak dari berbagai daerah itu tentu saja melakukan transaksi dengan sistem grosir.
Itu pula yang membuat estimasi transaksi harian pedagang disana cukup tinggi.
Sebab, sekali transaksi pembelian bisa dipastikan dalam jumlah besar.
Bahkan, jika ada kenaikan harga sayur, jumlah transaksi pedagang bisa lebih dari Rp 10 juta per harinya.
“Jadi minimal pembelian sudah dalam kemasan kresek-kresek besar,” ujar Kepala UPT Pasar Induk Among Tani Batu Gadis Dewi Primandhasari.
Lebih lanjut, Gadis menyebut transaksi pedagang saat terjadi inflasi bisa mencapai Rp 30 juta.
Namun, estimasi transaksi harian pedagang juga ikut turun saat terjadinya deflasi.
“Kalau pas murah perkiraan transaksi harian mereka hanya sekitar Rp 5 juta saja,” katanya.
Dia menambahkan jumlah pedagang di pasar sayur sebanyak 110 orang.
Jika, setiap pedagang melakukan transaksi Rp 10 juta per harinya, maka perputaran uang di sana bisa mencapai Rp 1,1 miliar.
Menurut Gadis saat ini pasar sayur semakin ramai.
Ia menyebut ada sekitar seribu kunjungan setiap harinya.
Sebelumnya, angka kunjungan berada di kisaran 500 orang saja per harinya.
Peningkatan kunjungan itu disinyalir lantaran kesadaran pedagang dalam memberikan pelayanan yang baik bagi customer.
“Mereka sudah tahu cara melayani pembeli dan tahu konsep pembeli adalah raja,” tuturnya.
Selain itu, tentu saja karena kualitas hasil produksi pertanian di Kota Batu yang baik.
Apalagi jam operasional pasar sayur juga mempertimbangkan quality control.
Yakni beroperasi mulai malam hingga pagi hari.
Sehingga, kualitas sayur tetap terjaga dan bagus.
Sejauh ini kebanyakan tengkulak berasal dari Pasuruan dan Mojokerto.
Salah seorang pedagang di Pasar Sayur Agus Suprayitno, 34, membenarkan hal itu.
Besar kecilnya transaksi bergantung tinggi dan rendahnya harga sayur.
”Kalau saat ini 70 persen sayur harganya sedang murah,” ujarnya.
Ia memperkirakan transaksi hariannya berada di kisaran Rp 3-10 juta.
Namun saat harga sayur tinggi, transaksi harian pedagang bisa menyentuh Rp 20-30 juta.
Misalnya saja saat harga tomat sedang naik.
Satu peti berat bisa mencapai 60 kilogram.
Nilai jualnya mencapai Rp 1,5 juta.
”Kalau saat ini harganya Rp 500 ribu,” tambahnya.
Ia juga membenarkan bila salah keunggulan pedagang pasar sayur adalah servis dan kualitas. (iza/dre)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana