BATU - Eksistensi dokar wisata di Kota Batu terus dikuatkan.
Salah satunya dengan terus melakukan promosi dan evaluasi.
Seperti yang dilakukan di Alun-Alun Kota Wisata Batu kemarin (14/11).
Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Disparta Kota Batu Dwi Nova Andriany mengatakan kegiatan itu sekaligus untuk mengevaluasi operasional dokar wisata selama setahun belakangan ini.
Sehingga, Pemerintah Kota (Pemkot) Batu mengetahui minat wisatawan dalam memanfaatkan transportasi tradisional tersebut.
“Kami ingin terus merumuskan inovasi agar dokar wisata lebih diminati,” ujarnya.
Selain itu, Nova mengaku hal itu juga dalam rangka melestarikan dokar sebagai alat transportasi tradisional.
Dia mengatakan ada insentif yang diberikan kepada kusir dokar setiap bulannya.
Yakni sebesar Rp 1 juta.
“Kami juga berikan fasilitas berupa BPJS Ketenagakerjaan. Selain itu, ada dokter yang disiapkan untuk melayani pemeriksaan kesehatan kuda,” ujarnya.
Untuk itu, dokar wisata bisa dinikmati wisatawan secara gratis.
Berlaku setiap hari Senin-Jumat.
Sementara itu, Ketua Paguyuban Dokar Wisata Alun-Alun Kota Wisata Batu Mochammad Budiono mengatakan jumlah dokar saat ini sebanyak 26 buah.
Ada jadwal khusus yang diterapkan untuk mengatur operasional 26 dokar tersebut.
“Paling tidak per hari ada 5-6 dokar yang stand by,” ungkapnya.
Budi mengatakan jumlah penumpang paling tinggi tentu saja saat akhir pekan.
Namun, di akhir pekan wisatawan aka dikenai tarif jika ingin naik dokar.
Besaran tarifnya bergantung jarak tempuh dokar.
Rata-rata mulai Rp 50-150 ribu.
Tarif tersebut untuk sekali jalan.
Alias bukan nominal yang harus dibayarkan perorangnya.
“Kalau weekend bisa terjual sampai 200 tiket dalam sehari,” pungkasnya. (ori/dre)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana