BATU - Kawasan Jalur Lintas Barat (Jalibar) bakal menjadi pusat keramaian baru di Kota Batu.
Pasalnya, kawasan tersebut bakal diproyeksikan sebagai objek pengembangan sektor pariwisata.
Pemerintah Kota (Pemkot) Batu berencana menjadikan Jalibar sebagai kawasan khusus untuk pengembangan sport tourism dan wisata edukasi.
Hal itu dibenarkan Kepala Bidang Perencanaan Pembangunan, Perekonomian, Sumber Daya Alam, Infrastruktur, dan Kewilayahan (P3SDAIK) Bappelitbangda Kota Batu Rizaldi.
Dia menyampaikan ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan untuk menuju pengembangan wisata tersebut. Terutama terkait akses jalan.
Rizaldi berencana untuk menambah jalur baru yang lebih representatif untuk menuju ke Jalibar di Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Batu.
Sehingga, untuk menuju ke Jalibar bisa menggunakan akses jalan dari mana-mana.
Misalnya dari Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo sekaligus sebagai jalur alternatif ke Kota Batu melalui Kecamatan Dau, Kabupaten Malang Pihaknya menilai salah satu akses utama Jalibar dari Jalan Abdul Gani Atas juga masih belum optimal.
Sebab, jalan tersebut masih kurang lebar. Ditambah dengan kondisi jalan yang menurun cukup panjang. Sehingga, jalan tersebut masih rawan jika dilewati kendaraan besar.
“Ada opsi untuk membuat jalan masuk melalui Panderman Hill,” tuturnya.
Rizaldi menyebut jalur tersebut masih memungkinkan untuk dilebarkan. Selain itu, kondisi jalan juga tidak terlalu curam. Namun, status jalan tersebut masih milik pengembang.
Alias Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU) masih belum diserahkan kepada Pemkot Batu. Sehingga, penggunaan jalan tersebut harus menunggu peyerahan PSU secara fisik. (iza/dre)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana