MESKI mengalami keterbatasan fasilitas, atlet cabor balap motor Kota Batu tidak menyerah.
Atlet cabor balap motor Kota Batu tetap berlatih keras untuk peraih prestasi.
Semangat itu, berbuah dua prestasi di Kejurnas Motoprix 3 Road Race di Sirkuit Mijen Semarang, pekan lalu.
Dua gelar juara itu diraih Muhammad Alfin Farizi yang menduduki podium ketiga di kelas MP2 novice rice 1.
Lalu, prestasi lainnya didapatkan Fajar Shodiq di kelas MP2 novice rice 2.
Dia naik podium seusai finish urutan ketiga.
Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kota Batu Afif Udin Nur menjelaskan, persiapan mereka untuk mengikuti Kejurnas Motoprix Road Race tidak mudah.
Itu karena, di Kota Batu tidak ada sirkuit untuk kategori road race.
”Terdekat ada pelataran Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang. Tapi perizinannya sangat sulit,” tuturnya.
Karena itu, IMI Kota Batu harus melakukan latihan di sirkuit GOR Probolinggo.
Alhasil, membuat mereka harus mengeluarkan biaya yang lebih banyak.
Akibatnya, IMI Kota Batu hanya melakukan persiapan selama sepekan saja sebelum kejuaraan.
Kondisi itu juga membuat para atlet terpaksa harus mengeluarkan biayanya mandiri untuk membeli motor.
Penyebabnya, IMI Kota Batu belum mempunyai inventaris sendiri. Harga satu motor tidak murah, yaitu minimal Rp 27 juta untuk kategori 150 cc.
Meski begitu, Afif tetap merasa bersyukur.
Itu karena, Alfin dan Fajar merupakan atlet yang dipersiapkan di Porprov Jatim 2025.
Menurutnya, prestasi itu mampu meningkatkan mentalitas para atlet.
Karena keduanya mampu bersaing di tingkat nasional.
Dia mengatakan, mereka menjadwalkan latihan rutin sebanyak lima hari setiap pekan untuk pusat pelatihan kota Porprov Jatim 2025 sejak Juli lalu.
Namun, hanya bisa melakukan latihan teknik balapan dua hari saja. (tio/gp)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana