BATU – Dinas Perhubungan sepertinya tidak mampu menertibkan keberadaan parkir liar di depan Pasar Among Tani. Pasalnya hingga kini beberapa titik bahu jalan masih digunakan sebagai tempat parkir liar. Padahal sudah dipasang water barrier dan imbauan sejak beberapa bulan lalu.
Salah seorang pedagang Pasar Induk Among Tani Julaeha mengatakan, biasanya parkir liar di depan pasar terjadi pada pagi hari. Masyarakat ingin membeli barang sebentar di pasar tanpa mau repot menata parkir di dalam. Namun, parkir tersebut akan hilang menjelang siang dan sore hari. "Saat ini masih ada. Tapi saya liat jumlahnya sudah berkurang dibandingkan pagi hari. Mungkin berkurang karena penertiban dari petugas," ujar pedagang sembako tersebut.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batu Hendry Suseno mengatakan, beberapa cara telah dilakukan untuk menghalau parkir liar di depan Pasar Induk Among Tani. Beberapa di antaranya yaitu pemasangan water barrier, papan imbauan, pemantauan CCTV, hingga turun ke lapangan. "Area tersebut jelas parkir liar karena jukirnya tidak memakai atribut apa pun. Saat kami berjaga dari malam hingga pagi tak ada parkir liar. Namun saat kami tak berjaga, parkir tersebut ada lagi," ucapnya.
Sementara itu, pemantauan langsung tak bisa dilakukan terus menerus. Pasalnya SDM Dishub juga tidak banyak. Tindakan terakhir mungkin pihaknya akan menggembok kendaraan-kendaraan yang terparkir liar di sana. "Namun kami harap tidak sampai ada penggembokan. Diharapkan masyarakat sadar jika area tersebut dapat membahayakan pengemudi lain apabila digunakan untuk parkir liar," katanya.
Hendry melanjutkan, alternatif lain telah dikoordinasikan dengan Dinas Koperasi dan UMKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) dan kepala terminal. Jika parkir penuh dapat dialihkan ke terminal. "Jika dirasa penuh untuk parkir di pasar, masyarakat dapat memarkir kendaraannya di terminal," pungkasnya (sif/lid)
Editor : Kholid Amrullah