BATU - Kondisi sejumlah permainan dan alat kebugaran di Taman Hutan Kota Batu tampak memprihatinkan. Terlihat, sebagian besar permainan yang ada di sana dalam kondisi rusak. Alat-alat kebugaran juga nyaris semuanya berkarat. Bahkan, beberapa bagian dari alat tersebut patah.
Wisatawan asal Banjarnegara, Jawa Tengah Ading menyayangkan kondisi permainan di Taman Hutan Kota Batu. Ia tak menyangka bila kondisi permainan di sana rusak. Padahal ia menilai taman tersebut berpotensi untuk dikunjungi wisatawan dari luar daerah. Seperti yang ia lakukan kemarin (16/7).
Ading mengaku mengunjungi Taman Hutan Kota Batu untuk menunggu waktu check-in di salah satu hotel sekitar taman itu. Ia sengaja memilih taman untuk mencarikan permainan bagi putranya yang masih balita. Namun, kondisi permainan di sana tak sesuai bayangannya. “Seharusnya permainan sebagai fasilitas umum ini bisa lebih dioptimalkan,” kata Ading.
Meski banyak permainan yang rusak, antusias anak-anak sekitar untuk bermain di sana tetap tinggi. Mereka seolah tak peduli dengan papan seluncuran yang sudah berlubang, ayunan yang berkarat, dan permainan lainnya yang tak layak. Namun, mereka menginginkan agar permainan-permainan itu segera diperbaiki.
Sehingga, anak-anak tidak was-was lagi menggunakan permainan. Salah seorang anak bernama Habibi mengaku hampir setiap hari menghabiskan waktu bermain di Taman Hutan Kota. Ia mengaku tidak menggunakan semua permainan yang ada di sana. Habibi hanya menggunakan permainan-permainan yang aman saja seperti ayunan. “Takut jatuh kalau pakai permainan yang sudah rusak,” ucapnya.
Habibi berharap permainan di sana bisa segera diperbaiki. Sehingga, ia bisa bermain dengan bebas bersama teman-temannya. Habibi menambahkan bila ia tak mau menggunakan papan seluncuran. Karena, ada seluncuran yang retak dan berlubang. Sehingga, ia takut jika hal itu akan membuatkan terluka.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu Dwi Muji Leksono mengaku tengah melakukan identifikasi kerusakan permainan di semua taman. Pihaknya berencana untuk mengajukan perbaikan beberapa permainan tersebut dalam perubahan anggaran keuangan (PAK) dalam APBD pada September nanti.
Muji masih enggan menjawab berapa anggaran yang akan diajukan. Sebab, saat ini proses identifikasi masih berjalan. “Saat ini kami juga masih dalam proses pengajuan dan pembahasan di Kebijakan Umum Perubahan APBD Prioritas, dan Plafon Anggaran Sementara (KUPA-PPAS) Perubahan APBD Tahun Anggaran 2024,” pungkasnya. (dre/lid)
Editor : Kholid Amrullah