BATU - Pengunjung Pasar Bunga Sidomulyo tidak seramai pasca pandemi Covid-19 lalu. Area tersebut hanya ramai saat hari libur atau weekend. Dengan keadaan tersebut omzet pedagang pun turut menurun.
Salah seorang pedagang bunga Eva mengatakan, kondisi ini sudah berlangsung sejak pandemi Covid reda. Tiap hari ia hanya datang untuk menyiram bunga dan kembali pulang. "Sepi sekali Mbak kalau hari biasa. Jadi paling menyiram tanaman lalu saya tinggal pulang," ucapnya pada koran ini, Minggu (2/6).
Pasar tersebut akan ramai jika akhir pekan atau hari libur. Namun kadang pengunjung yang datang juga hanya lihat-lihat saja. "Omzet per bulan mungkin hanya Rp 1 juta sampai Rp 3 juta. Padahal saat pandemi, per hari saya bisa menjual Rp 5 juta sampai Rp 6 juta," katanya.
Hal serupa juga dikatakan oleh Misliwati. Warga asli Desa Sidomulyo tersebut selalu mengunjungi bedaknya di Pasar Bunga Sidomulyo. Namun jarang sekali ada pembeli yang mampir. "Karena tempat saya di area dalam, jadi rata-rata pengunjung hanya mampir di area depan saja," ujarnya.
Mengenai omzet bulanan, Misliwati mengatakan tergantung bunga yang terjual. Jika bunga hias kecil mungkin sampai Rp 1 juta dalam sebulan. Namun jika yang terjual bunga hias besar bisa Rp 3 juta dalam sekali transaksi. "Namun jarang sekali bunga hias besar tersebut dapat terjual. Saya berharap keadaan ini akan membaik," ungkapnya.
Sementara itu, salah seorang pengunjung Joko Sunaryo mengaku suka berjalan-jalan di Pasar Bunga Sidomulyo. Namun hal itu dilakukan saat hari Minggu saja. "Biasanya jalan-jalan sama anak sambil melihat bunga. Kalau ada yang menarik baru beli," ujarnya.
Menurut warga Kecamatan Blimbing, Kota Malang tersebut Pasar Bunga Sidomulyo termasuk pasar bunga yang lengkap. Namun memang tidak banyak yang berkunjung. Bahkan di hari libur sekali pun. "Kadang saya ke sini sepi. Tapi kadang juga ramai seperti hari ini," pungkasnya. (sif/lid)
Editor : Kholid Amrullah