Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Potensi Wisata Religi Nonmuslim di Kota Batu Pura Giri Arjuno Dikunjungi Ribuan Umat Setiap Bulan

Kholid Amrullah • Minggu, 14 April 2024 | 04:00 WIB

 

INDAH: Bangunan Pagoda di Vihara Dhammadipa Arama Desa Beji, Kecamatan Junrejo mirip dengan pagoda yang ada di Myanmar.
INDAH: Bangunan Pagoda di Vihara Dhammadipa Arama Desa Beji, Kecamatan Junrejo mirip dengan pagoda yang ada di Myanmar.

KOTA BATU - Di Kota Batu terdapat sejumlah tempat ibadah dan pemujaan yang bisa dijadikan wisata religi khususnya bagi nonmuslim.

Ada pura, wihara dan patung bunda Maria. Seperti apa?

Pura Luhur Giri Arjuno merupakan satu-satunya pura tertinggi di Jawa Timur yang memiliki pemandangan sangat indah.

Terletak Dusun Junggo, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Pura ini memiliki ketinggian 1.600 meter di atas permukaan laut (Mdpl).

Dengan keunikan tersebut, pura ini ramai dikunjungi umat Hindu dari beragam wilayah Indonesia sebagai tujuan wisata religi.

Pemuka agama Hindu Kota Batu Romo Mangku Gede Arif mengatakan, Pura Luhur Giri Arjuno banyak dikunjungi oleh umat Hindu dari Bali untuk sembahyang.

Selain itu ada juga umat Hindu Lampung, Mataram, dan Lombok.

Sedangkan umat dari pulau Jawa biasanya dari daerah Blitar, Surabaya, dan Bromo.

“Bisa dibilang firasat  kahyangan jagatnya ada di sini. Jadi tempat ini kerap dikunjungi oleh umat yang mendekatkan diri pada Tuhan dari berbagai daerah,” jelasnya.

Arif melanjutkan, dalam satu kali kunjungan bisa ada 400 hingga 500 orang.

Mereka biasanya akan datang pada Jumat, Sabtu, dan Minggu.

Untuk waktu-waktu weekend seperti itu, pura akan dibuka mulai jam 8 pagi hingga 6 sore.

Untuk total kunjungan bulanan bisa mencapai ribuan pengunjung.

Sementara untuk hari biasa pura ditutup total. “Jika ada pengunjung yang menghubungi maka baru kita buka,” katanya.

Beberapa umat  juga kadang meminta kunjungan malam.

Jika seperti itu, maka akan didampingi dari pihak pengelola pura.

Dalam agama Hindu hal tersebut disebut makemit atau ibadah hingga pukul 12 malam.

TUJUAN UMAT HINDU: Umat Hindu dari berbagai daerah kerap berkunjung ke Pura Giri Arjuno untuk beribadah dan berwisata.
TUJUAN UMAT HINDU: Umat Hindu dari berbagai daerah kerap berkunjung ke Pura Giri Arjuno untuk beribadah dan berwisata.

Biasanya yang meminta makemit adalah masyarakat dari Bali.

“Tapi sebagian besar meminta makemit di sini tidak tahan dengan hawa dingin di Kota Batu,” ucapnya.

Banyaknya umat dari Bali ketika weekend karena kondisi Bali dan Jawa yang berbeda.

Di Bali pendidikannya sambil beribadah sehingga tidak harus datang ke Pura Luhur Giri Arjuno saat liburan umum.

“Jadi mereka akan datang ketika weekend untuk liburan dan beribadah. Durasi ibadahnya bervariasi. Kalau untuk pengunjung biasa sekitar 10 menit selesai. Kalau untuk pemuka agama acaranya kadang bisa 20 menit. Sementara untuk acara-acara besar bisa 1 sampai 2 jam,” ujarnya.

Tak hanya itu, Pura Luhur Giri Arjuno juga membuka wisata edukasi bagi masyarakat dari agama lain.

Kunjungan biasanya berasal dari sekolah-sekolah.

Namun ada aturan-aturan tertentu yang diterapkan.

Untuk wanita datang bulan, setelah keguguran, dan orang yang sanak saudaranya meninggal dilarang untuk masuk ke tempat peribadatan.

”Hal ini karena mereka masih dalam kondisi kotor atau bersedih. Untuk sekolah yang biasanya berkunjung berasal Bali. Sementara itu, untuk yang terdekat dari sekolah-sekolah dari Batu dari PAUD hingga SMA. Kami melakukan wisata edukasi untuk mengajarkan toleransi dan solidaritas,” pungkasnya. (sif/lid)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#wisata religi #kota batu #Pura Giri Arjuno