Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Situs Watu Dakon Tidak Terawat

Kholid Amrullah • Rabu, 3 April 2024 | 15:00 WIB

 

BENDA SEJARAH: Situs Watu Dakon di Desa Torongrejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu tidak ada yang merawat.
BENDA SEJARAH: Situs Watu Dakon di Desa Torongrejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu tidak ada yang merawat.

BATU – Salah satu peninggalan sejarah yang ada di Kota Batu dan jarang diketahui orang adalah situs Watu Dakon. Konon katanya Watu Dakon dulunya digunakan oleh masyarakat lokal untuk melihat perubahan musim. Situs berupa batu berwarna hitam dengan lubang atau cekungan semacam mainan dakon atau congklak. Batu tersebut bertengger di kawasan persawahan Desa Torongrejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu.

Lokasi situs Watu Dakon ini ada di persawahan warga, belum ada perlakuan khusus atau perawatan di situs tersebut. Untuk menuju Watu Dakon, masyarakat bisa menempuhnya dengan jalan kaki. 

Juru pelihara situs sejarah Desa Torongrejo Agus Susanto mengatakan, bahwa Watu Dakon itu menjadi peninggalan nenek moyang warga sekitar. “Watu Dakon itu dulu untuk memperkirakan pergantian cuaca, ada perhitungan khususnya,” katanya.

Ada dua pendapat yang berkembang mengenai asal usul Watu Dakon. Pertama dimungkinkan dibuat dan digunakan pada saat megalitikum kemudian terus digunakan pada masa peradaban selanjutnya dan pendapat kedua dibuat pada masa peradaban selanjutnya karena di situ ada tempat yang sakral.

Sebab adanya pendapat Watu Dakon berasal dari zaman megalitikum karena orang-orang di masa itu menggunakan batu untuk berbagai keperluan dalam kehidupannya. Mulai dari untuk keperluan sehari-hari sampai pada acara ritual spiritual

Agus berharap nantinya situs Watu Dakon tersebut bisa segera diamankan oleh pemerintah desa ataupun pemerintah kota. Menurutnya, saat ini situs tersebut harus mulai dijaga dan dirawat. ”Sudah di cek beberapa kali dari Pemkot juga,” tambahnya.

Permasalahan yang dialami untuk melakukan perawatan situs tersebut adalah masalah lahan. Pasalnya Watu Dakon ada di salah satu tanah milik warga. Jika mau mengambil alih atau melakukan pembangunan mereka harus melakukan tukar guling tanah atau membeli tanah tersebut.

”Saat ini, situs Watu Dakon-nya masih ada, tapi batunya beberapa sudah terkikis,” ungkap Agus. Selain itu, sepertinya untuk menjaga situs tersebut perlu dibangunkan sebuah bangunan semi cagar budaya untuk merawat situs tersebut. (pri/lid)

Editor : Kholid Amrullah
#dakon #Torongrejo #Junrejo #kota batu #Watu #situs